4 Faktor yang Menurunkan Harga Jual Emas Perhiasan

- Kadar emas yang rendah mengurangi nilai logam mulia di dalamnya, mempengaruhi harga jual kembali.
- Kondisi fisik rusak atau aus membuat penilaian harga lebih rendah karena memerlukan perbaikan tambahan.
- Tanpa surat atau bukti pembelian, harga jual bisa turun karena keraguan asal usul perhiasan.
Emas perhiasan kerap dianggap sebagai aset dan relatif stabil serta mudah dijual saat memerlukan dana cepat. Namun, tidak sedikit pemilik yang mungkin terkejut saat mengetahui harga jual kembali dari emas perhiasan mereka ternyata jauh lebih rendah dari harga beli awal.
Perbedaan harga bukan hanya dipengaruhi oleh fluktuasi harga emas di pasar global, namun juga diakibatkan sejumlah faktor yang melekat pada perhiasan itu sendiri. Ketahui beberapa faktor berikut yang dapat menurunkan harga jual emas perhiasan, sehingga bisa mengambil keputusan bijak untuk berinvestasi pada emas perhiasan.
Table of Content
1. Kadar emas yang tidak tinggi

Salah satu faktor utama yang mempengaruhi harga jual emas perhiasan adalah kadar kemurnian di dalamnya, sebab semakin rendah kadarnya maka semakin kecil nilai logam mulia yang terkandung di dalamnya. Perhiasan dengan kadar 18 karat atau 14 karat memiliki emas murni yang jauh lebih sedikit dibandingkan dengan emas 22 karat atau 24 karat.
Kadar yang lebih rendah pada umumnya dicampur dengan logam lain untuk bisa meningkatkan kekuatan dan daya tahan, namun campuran tersebut tidak dihitung sebagai nilai emas ketika akan dijual kembali. Akibatnya akan membuat harga jual dihitung berdasarkan kandungan emas murninya saja, sehingga nilainya mungkin akan jauh lebih rendah dari ekspektasi pemiliknya.
2. Kondisi fisik yang rusak atau aus

Kondisi fisik perhiasan akan sangat mempengaruhi penilaian ketika proses penjualan kembali akan dilakukan. Perhiasan yang sudah penyok, patah, atau bahkan mengalami aus berat biasanya akan dihargai jauh lebih rendah karena memerlukan proses peleburan atau perbaikan tambahan.
Goresan yang cukup dalam dan perubahan bentuk bisa saja mengurangi daya tarik estetika apabila dijual kembali dalam bentuk perhiasan utuh. Dalam banyak kasus, toko emas memilih nilai yang berdasarkan pada berat emas telah dilebur, sehingga nilai desain kerap kali tidak diperhitungkan kembali.
3. Tidak memiliki surat atau bukti pembelian

Surat atau sertifikat pembelian karena menjadi bukti penting yang menunjukkan kadar dan keaslian dari emas perhiasan. Tanpa dokumen, pembeli atau toko emas harus melakukan pengujian ulang yang dapat mempengaruhi proses dan nilai dari transaksi tersebut.
Ketidakpastian dari asal usul perhiasan bisa saja menimbulkan keraguan, sehingga harga yang ditawarkan bisa jauh lebih rendah sebagai bentuk antisipasi risikonya. Oleh sebab itu, sebaiknya simpan bukti pembelian dengan baik agar harga jual emas perhiasan tidak jatuh.
4. Ada biaya pembuatan yang tidak diperhitungkan

Saat membeli emas perhiasan, ternyata harga yang dibayarkan sudah termasuk biaya pembuatan dan desain yang cukup signifikan. Namun, pada saat perhiasan tersebut dijual kembali, komponen biaya tersebut pada umumnya tidak dihitung sebagai bagian dari nilai emas.
Toko emas biasanya hanya akan menilai berdasarkan berat dan kadar emas murni tanpa mempertimbangkan soal kerumitan desain atau merek tertentu. Hal ini yang akan membuat selisih antara harga beli dan harga jual terasa cukup besar bagi pemiliknya.
Harga jual emas perhiasan sebenarnya tidak semata-mata ditentukan oleh harga pasar emas, melainkan juga kadar, kondisi fisik, dan kelengkapan dokumennya. Dengan memahami faktor-faktor di atas, maka pembeli bisa lebih realistis dalam menilai asetnya. Sebaiknya pertimbangkan ulang ketika akan memilih emas perhiasan sebagai instrumen investasi.


















