Laba BUMN Ditargetkan Tembus Rp600 Triliun pada 2029

- Danantara fokus tata ulang fokus bisnis BUMN
- Pastikan BUMN dipimpin sosok-sosok berkualitas
Jakarta, IDN Times - Danantara Indonesia menargetkan laba BUMN bisa mencapai Rp600 triliun pada 2029.
Target tersebut meningkat dari Rp350-360 triliun pada tahun ini dan Rp400 triliun pada 2027.
“Target laba kita pada 2026 menjadi Rp360 triliun. Pada 2027 kita targetkan paling tidak bisa mencapai Rp400 triliun laba dari Danantara Asset Management,” kata Chief Operating Officer Danantara, Dony Oskaria dalam CBNC Indonesia Economic Outlook 2026, di Jakarta, Selasa (10/2/2026).
1. Danantara fokus tata ulang fokus bisnis BUMN

Dony mengaku optimistis mencapai target tersebut. Untuk mencapainya, Danantara melakukan peninjauan ulang pada fokus bisnis BUMN.
“Kita harus me-review setiap revenue stream yang kita miliki, bisnis model yang kita miliki dan kita harus mampu menjadi pemain global. Ini yang kita harapkan tentu,” ucap Dony.
Pada 2026 ini, Danantara fokus menyelesaikan 41 proyek, yakni 21 proyek hilirisasi dan 20 program transformasi BUMN yang mencakup merger serta konsolidasi.
2. Pastikan BUMN dipimpin sosok-sosok berkualitas

Tak hanya pada bisnis, Danantara juga fokus memperbaiki kualitas sumber daya manusia (SDM) di BUMN. Dia memastikan, BUMN akan dipimpin oleh sosok-sosok berkualitas.
“Insyaallah mudah-mudahan nanti BUMN ini akan dipimpin oleh orang-orang yang berkualitas, terutama sekali yang memiliki integritas baik, yang tentunya mampu membuat perusahaan kita mempunyai untung menjadi Rp600 triliun ke depannya,” kata Dony.
3. Perkiraan laba BUMN 2026 naik drastis dari 2025

Adapun target laba BUMN 2026 naik dari perkiraan realisasi laba bersih BUMN 2025 lalu, yakni di kisaran Rp280 triliun sampai Rp285 triliun.
Sebelumnya, Dony mengatakan pada 2025 laba bersih BUMN sebenarnya menyentuh Rp332 triliun. Namun, angka itu menurun karena ada penyesuaian penurunan nilai aset atau impairment senilai Rp55 triliun.
“Last year 2025 kita normalize profit kita, Rp332 triliun. Tetapi memang sebagian kita pergunakan untuk melakukan tadi yang saya bilang perbaikan-perbaikan itu, kita melakukan supaya bersih, impairment kurang lebih Rp55 triliun sehingga kita akan closing di Rp295 triliun, Rp280-Rp285 tergantung hasil koreksi terakhir,” kata Dony dalam Investor Daily Rountable di Plataran, Jakarta, Rabu (28/1/2026).

















