Begini Cara The Fed Mengendalikan Suku Bunga dan Dampaknya ke Ekonomi

- Federal funds rate adalah suku bunga acuan yang mempengaruhi bunga pinjaman dan simpanan bank serta berdampak pada sektor ekonomi lainnya.
- The Fed menggunakan IORB dan ON RRP untuk mengatur suku bunga, serta quantitative easing saat ekonomi krisis sebagai langkah tambahan.
- Open market operations dan discount rate juga menjadi instrumen penting dalam pengendalian suku bunga oleh The Fed.
Kalau kamu pernah dengar berita soal suku bunga naik atau turun, besar kemungkinan itu ada hubungannya dengan kebijakan Federal Reserve atau The Fed. The Fed adalah bank sentral Amerika Serikat (AS) yang punya pengaruh besar ke kondisi ekonomi global. Meski berbasis di AS, kebijakannya sering terasa sampai ke negara lain, termasuk Indonesia.
Salah satu tugas utama The Fed adalah menjaga stabilitas harga dan mendorong lapangan kerja lewat pengaturan suku bunga. Nah, di artikel ini kamu akan diajak memahami bagaimana cara The Fed mengendalikan suku bunga dan apa dampaknya ke ekonomi secara lebih sederhana.
Table of Content
1. Apa itu federal funds rate dan kenapa penting

Federal funds rate adalah suku bunga acuan yang jadi target utama The Fed. Suku bunga ini mengatur bunga pinjaman jangka pendek antarbank, khususnya pinjaman semalam dari cadangan yang disimpan di bank sentral regional. Meski kelihatannya hanya urusan bank, efeknya bisa menjalar ke berbagai sektor ekonomi.
Ketika target federal funds rate berubah, bank-bank akan menyesuaikan bunga pinjaman dan simpanan mereka. Dari sini, bunga kredit konsumsi, kredit usaha, sampai kartu kredit ikut terpengaruh. Jadi, walaupun kamu gak berurusan langsung dengan bank sentral, keputusan The Fed tetap bisa berdampak ke dompet kamu.
2. Cara The Fed mengatur suku bunga lewat IORB

Salah satu alat utama The Fed saat ini adalah interest on reserve balances atau IORB. Ini adalah bunga yang dibayarkan The Fed kepada bank atas dana yang mereka simpan sebagai cadangan. Dengan memberi bunga pada cadangan, The Fed memberi insentif bagi bank untuk tidak sembarangan meminjamkan uang.
Ketika The Fed menaikkan suku bunga IORB, bank cenderung enggan meminjamkan dana dengan bunga yang lebih rendah dari itu. Akibatnya, batas atas federal funds rate ikut naik. Mekanisme ini membuat The Fed bisa mengarahkan pergerakan suku bunga tanpa harus memerintah bank secara langsung.
3. Peran overnight reverse repurchase agreements

Selain IORB, The Fed juga menggunakan overnight reverse repurchase agreements atau ON RRP. Fasilitas ini ditujukan untuk lembaga keuangan yang gak menyimpan cadangan langsung di The Fed. Melalui mekanisme ini, institusi keuangan bisa menyimpan dana semalam dan mendapatkan imbal hasil.
ON RRP berfungsi sebagai batas bawah dari federal funds rate. Dengan adanya batas ini, suku bunga gak jatuh terlalu rendah. Kombinasi antara IORB dan ON RRP membuat The Fed bisa menjaga suku bunga tetap berada dalam rentang target yang diinginkan.
4. Effective federal funds rate sebagai indikator pasar

Effective federal funds rate adalah rata-rata suku bunga aktual yang dikenakan bank saat saling meminjamkan dana semalam. Angka ini mencerminkan kondisi nyata di pasar, bukan sekadar target kebijakan. The Fed memantau indikator ini untuk melihat apakah kebijakan yang dibuat berjalan sesuai rencana.
Kalau effective rate mulai menjauh dari target, The Fed bisa menyesuaikan kebijakannya. Dari sini terlihat bahwa pengendalian suku bunga bukan proses sekali jalan, tapi terus dipantau dan disesuaikan dengan kondisi pasar.
5. Open market operations dan pengaruhnya ke pasar

Open market operations atau OMO adalah aktivitas jual beli surat berharga oleh The Fed. Instrumen ini digunakan untuk mengatur jumlah cadangan di sistem perbankan. Ada operasi permanen dan sementara, tergantung tujuan kebijakannya.
Lewat OMO, The Fed bisa mempengaruhi likuiditas dan stabilitas pasar keuangan. Operasi ini juga membantu menjaga agar sistem keuangan tetap punya cadangan yang cukup. Dampaknya terasa ke suku bunga jangka panjang dan kondisi investasi secara umum.
6. Quantitative easing saat ekonomi krisis

Quantitative easing atau QE biasanya digunakan saat ekonomi sedang tertekan. Dalam kondisi krisis, The Fed membeli aset dalam jumlah besar untuk menambah likuiditas. Tujuannya adalah menurunkan suku bunga jangka panjang dan mendorong aktivitas ekonomi.
Ketika QE diterapkan, investor cenderung mengalihkan dana ke aset lain seperti saham. Hal ini diharapkan bisa meningkatkan belanja dan investasi. Meski efektif dalam kondisi tertentu, QE juga punya risiko jika digunakan terlalu lama.
7. Discount rate sebagai opsi terakhir bank

Discount rate adalah bunga yang dikenakan The Fed kepada bank yang meminjam langsung lewat discount window. Suku bunga ini biasanya dipasang setara atau lebih tinggi dari batas atas federal funds rate. Dengan begitu, bank didorong untuk meminjam ke sesama bank terlebih dulu.
Peran discount rate lebih sebagai pengaman sistem keuangan. Bank akan menggunakan fasilitas ini hanya jika benar-benar dibutuhkan. Mekanisme ini membantu menjaga stabilitas tanpa mengganggu pasar secara berlebihan.
Cara The Fed mengendalikan suku bunga ternyata cukup kompleks, tapi tujuannya tetap satu, yaitu menjaga ekonomi tetap stabil. Lewat berbagai instrumen seperti federal funds rate, IORB, ON RRP, hingga QE, The Fed mengarahkan pergerakan ekonomi tanpa campur tangan langsung ke masyarakat.
Dampaknya bisa terasa ke bunga kredit, investasi, dan daya beli. Dengan memahami mekanismenya, kamu jadi lebih paham kenapa kebijakan suku bunga sering jadi sorotan dan kenapa efeknya bisa sampai ke kehidupan sehari-hari kamu.

















