Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
BEI Luncurkan Indeks Saham Hijau Baru, TOBA-HGII Jadi Pengisi Pertama
Peluncuran indeks saham berbasis hijau IDX Green Equity Designation, di Main Hall BEI, Jakarta, Jumat (28/8/2026). (IDN Times/Vadhia Lidyana)
  • BEI meluncurkan IDX Green Equity Designation untuk mendukung pembiayaan ekonomi hijau dan memperkuat ekosistem investasi berkelanjutan di pasar modal Indonesia.
  • Tiga penerima perdana ialah TOBA sebagai saham hijau transisi, serta HGII dan KEEN sebagai saham hijau, setelah mengikuti tahap uji coba bersama penilai eksternal.
  • Penetapan dinilai melalui lima pilar, ditinjau setiap tahun, serta ditujukan meningkatkan akses pendanaan, kredibilitas investor, dan partisipasi emiten dalam keberlanjutan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Bursa Efek Indonesia (BEI) meluncurkan indeks saham berbasis hijau baru, yakni IDX Green Equity Designation. Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK, Hasan Fawzi mengatakan peluncuran indeks tersebut merupakan upaya pasar modal Indonesia dalam mendukung pembiayaan ke perekonomian hijau.

“Kami memandang bahwa IDX Green Equity Designation akan dapat memberikan manfaat strategis dalam pengembangan ekosistem investasi berkelanjutan di pasar modal Indonesia,” kata Hasan di Main Hall BEI, Jakarta, Jumat (28/8/2026).

1. TOBA hingga HGII jadi anggotanya

Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI), Jeffrey Hendrik dalam peluncuran indeks saham berbasis hijau IDX Green Equity Designation, di Main Hall BEI, Jakarta, Jumat (28/8/2026). (IDN Times/Vadhia Lidyana)

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Utama BEI Jeffrey Hendrik mengatakan, indeks tersebut baru diisi oleh tiga emiten, yaitu PT TBS Energi Utama Tbk (TOBA) sebagai saham hijau transisi, serta PT Hero Global Investment Tbk (HGII) dan PT Kencana Energi Lestari Tbk (KEEN) sebagai saham hijau.

“Hari ini Bursa Efek Indonesia secara resmi menetapkan tiga perusahaan tercatat sebagai penerima perdana IDX Green Equity Designation,“ tutur Jeffrey.

2. Ada lima tahap dalam asesmen IDX Green Equity Designation

Peluncuran indeks saham berbasis hijau IDX Green Equity Designation, di Main Hall BEI, Jakarta, Jumat (28/8/2026). (IDN Times/Vadhia Lidyana)

TOBA, HGII, dan KEEN sebelumnya telah berpartisipasi dalam tahap uji coba (piloting) penetapan saham berbasis hijau bersama penyedia reviu eksternal, yakni S&P Global Ratings dan PT SUCOFINDO (Persero).

Green Equity Designation ini diharapkan meningkatkan visibilitas dan akses pendanaan bagi perusahaan tercatat, memberikan referensi yang lebih kredibel bagi investor, serta tentunya membuka peluang pengembangan indeks dan produk investasi berbasis keberlanjutan,” ucap Jeffrey.

Adapun asesmen dilakukan dengan menilai lima pilar utama, yaitu Revenue and Investment, Taxonomy, Governance, Assessment, and Disclosure. Lima pilar itu memastikan penetapan yang diberikan bukan sekadar label, tetapi didukung oleh indikator yang terukur melalui keterbukaan informasi, asesmen berkala, dan adanya review independen.

“Penetapan juga dievaluasi setiap tahun agar terus mencerminkan perkembangan aktivitas pada perusahaan,” tutur Jeffrey.

3. Ajak emiten lain berpartisipasi

Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI), Jeffrey Hendrik. (IDN Times/Vadhia Lidyana)

Jeffrey mengatakan, indeks tersebut mendorong perusahaan agar menerapkan aspek keberlanjutan dalam strategi pertumbuhan, daya saing, dan penciptaan nilai jangka panjang. Sehingga, tak hanya berhenti pada pelaporan.

Dalam kesempatan itu, dia mengajak emiten lainnya, serta calon perusahaan terbuka untuk berpartisipasi menjadi konstituen IDX Green Equity Designation.

“Kami berharap inisiatif ini mendorong continuous improvement dan partisipasi yang semakin luas ke depannya,” ujar Jeffrey.

Curated For You

Editorial Team

Related Article