- Menyisihkan dana darurat awal sebesar 1.000 dolar atau sekitar Rp17,8 juta.
- Melunasi seluruh utang, kecuali cicilan rumah, dengan metode debt snowball.
- Mengumpulkan dana darurat penuh sebesar biaya hidup 3–6 bulan.
- Menginvestasikan 15 persen dari pendapatan rumah tangga untuk dana pensiun.
- Mulai menyiapkan dana pendidikan untuk anak.
- Melunasi cicilan rumah lebih cepat.
- Membangun kekayaan sekaligus menggunakan sebagian harta untuk membantu orang lain.
20 Minute Money Routine untuk Mengatasi Financial Stress

- Rachel Cruze menyarankan rutinitas 20 menit, harian atau mingguan, untuk mengurai stres finansial melalui lima langkah praktis.
- Mulailah dengan menulis seluruh kekhawatiran, memilah hal yang bisa dikendalikan, lalu membicarakannya dengan orang tepercaya untuk mendapat perspektif baru.
- Ubah masalah terkendali menjadi tindakan kecil dan susun rencana keuangan menyeluruh, termasuk dana darurat, pelunasan utang, investasi pensiun, pendidikan anak, serta percepatan cicilan rumah.
Masalah keuangan sering kali terasa lebih berat ketika semuanya menumpuk di kepala sekaligus. Tagihan yang belum dibayar, utang, tabungan yang belum cukup, hingga kekhawatiran tentang masa depan bisa membuat seseorang merasa kewalahan bahkan sebelum mulai mencari solusinya. Namun, menurut Rachel Cruze, kamu tidak selalu membutuhkan waktu berjam-jam untuk mulai mendapatkan kembali kendali atas kondisi finansial.
Dalam sebuah video YouTube, Cruze membagikan rutinitas sederhana yang hanya membutuhkan sekitar 20 menit, baik dilakukan setiap hari maupun seminggu sekali. Rutinitas ini terdiri dari lima langkah yang bertujuan membantumu mengurai masalah, menentukan prioritas, dan mengambil tindakan nyata.
1. Tuliskan semua yang mengganggu pikiran

Ilustrasi menulis (pexels.com/@fotios-photos/) Langkah pertama adalah mengeluarkan semua kekhawatiran finansial dari kepala dan menuliskannya. Kamu bisa menggunakan kertas dan pena atau cukup membuka aplikasi catatan di ponsel.
Tuliskan apa pun yang sedang membuatmu stres, mulai dari tagihan, utang, pengeluaran yang membengkak, tabungan yang belum cukup, hingga masalah finansial lainnya. Tidak perlu langsung mencari solusi. Fokuslah terlebih dahulu untuk menuangkan semuanya.
Menurut Cruze, sekadar melihat masalah tersebut dalam bentuk tulisan dapat membantu membuat pikiran terasa lebih ringan. Ketika semua kekhawatiran tidak lagi hanya berputar di kepala, kamu akan lebih mudah melihat situasi secara objektif.
2. Pisahkan hal yang bisa dan tidak bisa kamu kendalikan

Ilustrasi menghitung pengeluaran (freepik.com) Setelah semua masalah ditulis, bagi daftar tersebut menjadi dua kategori: hal yang bisa kamu kendalikan dan hal yang tidak bisa kamu kendalikan. Misalnya, pengeluaran sehari-hari merupakan sesuatu yang bisa kamu ubah mulai sekarang. Sebaliknya, kenaikan gaji mungkin bisa diusahakan dalam jangka panjang, tetapi belum tentu dapat kamu kendalikan hari ini.
Membedakan keduanya penting agar energimu tidak habis untuk memikirkan hal-hal yang berada di luar kendali. Fokuskan perhatian pada sesuatu yang memang bisa kamu ubah.
3. Bicarakan masalah keuanganmu

Ilustrasi diskusi keuangan (freepik.com) Jangan selalu menghadapi masalah keuangan sendirian. Setelah membuat daftar, cobalah membicarakannya dengan seseorang yang kamu percaya.
Kamu bisa berdiskusi dengan pasangan, teman, atau orang lain yang mampu memberikan perspektif berbeda. Bagi sebagian orang, berjalan-jalan sambil berdoa juga bisa menjadi cara untuk memproses kekhawatiran yang sedang dirasakan.
Membicarakan masalah sering kali membantumu melihat situasi dari sudut pandang baru. Bahkan, orang lain mungkin bisa memberikan ide atau solusi yang sebelumnya tidak terpikirkan.
4. Ambil langkah kecil yang bisa dilakukan sekarang

Ilustrasi berpikir (freepik.com) Selanjutnya, ubah setiap masalah yang masih bisa kamu kendalikan menjadi tindakan sederhana. Misalnya, jika kamu khawatir belum memiliki tabungan pendidikan untuk anak, langkah pertamanya bisa berupa mencari informasi dan membuka rekening khusus untuk dana pendidikan. Jika ingin berlibur tetapi belum memiliki anggaran, kamu bisa mulai menyisihkan sejumlah uang setiap bulan.
Begitu juga jika kamu merasa penghasilan saat ini belum cukup. Salah satu langkah kecil yang bisa dilakukan adalah menghubungi orang-orang dalam jaringan profesionalmu untuk mencari peluang kerja atau sumber penghasilan baru.
Tidak perlu menyelesaikan semuanya sekaligus. Tujuannya adalah membuat satu langkah konkret untuk setiap masalah yang bisa kamu kendalikan.
5. Buat rencana keuangan secara menyeluruh

Ilustrasi perencanaan finansial (freepik.com) Langkah terakhir adalah memiliki gambaran besar tentang kondisi dan tujuan keuanganmu. Dengan begitu, kamu bisa mengetahui masalah mana yang harus diselesaikan terlebih dahulu.
Cruze merekomendasikan mengikuti tujuh Baby Steps dari Dave Ramsey, yaitu:
Menurut Cruze, langkah-langkah tersebut dapat membantu mengurangi rasa kewalahan yang muncul akibat utang, minimnya tabungan, maupun ketidakjelasan mengenai kondisi finansial.
Mengatasi masalah keuangan memang membutuhkan waktu, tetapi langkah pertamanya tidak harus rumit. Meluangkan sekitar 20 menit untuk menuliskan kekhawatiran, memilah hal yang bisa dikendalikan, membicarakannya dengan orang lain, lalu mengambil tindakan kecil dapat menjadi awal yang berarti.




















