Pengangguran Lulusan S1 Naik, Pengalaman Industri Jadi Sorotan

- Jumlah pengangguran Indonesia mencapai 7,28 juta orang pada Februari 2025, sementara proporsi lulusan Diploma IV hingga S3 menganggur naik menjadi 13,89 persen.
- Kenaikan pengangguran lulusan perguruan tinggi menyoroti pentingnya kompetensi sesuai kebutuhan industri serta pengalaman menghadapi lingkungan kerja, bukan sekadar memiliki gelar.
- UPJ mendorong kesiapan profesional melalui internship, proyek industri, mentoring praktisi, dan Living Lab; 232 mahasiswa mengikuti magang pada 2024/2025 hingga semester gasal 2026/2027.
Jakarta, IDN Times— Memiliki ijazah perguruan tinggi belum tentu membuat seseorang langsung siap memasuki dunia kerja. Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan, jumlah pengangguran di Indonesia mencapai 7,28 juta orang pada Februari 2025.
Yang menarik, proporsi pengangguran dengan pendidikan Diploma IV, S1, S2, dan S3 justru meningkat dari 12,12 persen pada Februari 2024 menjadi 13,89 persen pada Februari 2025.
Data tersebut menunjukkan persoalan yang dihadapi lulusan perguruan tinggi tidak hanya soal mendapatkan gelar. Kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan industri dan pengalaman menghadapi lingkungan kerja juga menjadi tantangan.
Karena itu, sejumlah perguruan tinggi mulai mendorong mahasiswa mendapatkan pengalaman di dunia profesional sejak masih kuliah. Salah satunya dilakukan Universitas Pembangunan Jaya (UPJ) melalui program internship, proyek industri, penelitian terapan, mentoring bersama praktisi, hingga pengembangan karier.
1. Perguruan tinggi perlu beri ruang mahasiswa memahami dunia nyata

Ilustrasi pembelajaran di UPJ/ dok UPJ Rektor UPJ Elisabeth Rukmini, mengatakan perguruan tinggi perlu memberikan ruang kepada mahasiswa untuk memahami dunia nyata sejak masa pendidikan. Melalui ekosistem Pembangunan Jaya, UPJ memiliki kesempatan untuk mempertemukan pembelajaran di kampus dengan pengalaman di industri.
"Kami ingin mahasiswa tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu melihat persoalan, bekerja bersama praktisi, dan mengembangkan kompetensi yang relevan dengan kebutuhan masa depan,” ujarnya.
2. Ratusan mahasiswa ikuti intership

Ilustrasi Mahasiswa UPJ/ dok UPJ Dia menerangkan dalam periode Tahun Akademik 2024/2025 hingga semester gasal Tahun Akademik 2026/2027, sebanyak 232 mahasiswa UPJ tercatat mengikuti program internship di berbagai unit dalam ekosistem Pembangunan Jaya.
Jumlah tersebut terdiri dari 112 mahasiswa pada TA 2024/2025, 74 mahasiswa pada TA 2025/2026, dan 46 mahasiswa pada semester gasal TA 2026/2027.
"Selain mahasiswa yang mengikuti internship, program The Bridge telah menghubungkan 46 lulusan UPJ dengan dunia profesional pada periode TA 2023/2024 hingga TA 2025/2026," katanya
3. Living lab untuk masukin dunia profesional

Ilustrasi mahasiswa UPJ/ dok UPJ Bagi UPJ, pengalaman tersebut bukan sekadar kegiatan tambahan selama masa kuliah. Mahasiswa mendapatkan kesempatan untuk melihat bagaimana organisasi bekerja, berinteraksi dengan praktisi, serta memahami penerapan pengetahuan yang mereka dapatkan di kampus.
“Living Lab bagi kami bukan hanya tentang lokasi belajar di luar kampus. Yang lebih penting adalah bagaimana mahasiswa mendapatkan pengalaman menghadapi persoalan nyata, berinteraksi dengan praktisi, dan memahami bagaimana sebuah pengetahuan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Pengalaman tersebut menjadi bagian penting dalam membentuk kesiapan mereka memasuki dunia profesional,” kata Presiden UPJ Ir. Frans Sunito.



















![[QUIZ] Tebak Pekerjaan Karakter Spongebob, Bisa Betul Semua?](https://image.idntimes.com/post/20260426/untitled_ed317754-35d8-4cfe-9cfd-5824b065d8cf.png)


