Jakarta, IDN Times - Pemerintah dinilai perlu lebih realistis dalam menyusun belanja negara 2027, terutama dengan mempertimbangkan kemampuan pemerintah dalam meningkatkan penerimaan negara. Terlebih, target belanja negara tahun depan disepakati naik Rp9,1 triliun menjadi Rp4.106,3 triliun, dari rencana sebelumnya sebesar Rp4.097,2 triliun.
Ekonom Celios, Nailul Huda, menilai kenaikan penerimaan negara yang diklaim pemerintah belum cukup menjadi dasar untuk menyatakan kondisi fiskal sudah kuat. Pasalnya, meski penerimaan negara, termasuk dari sektor pajak, tumbuh puluhan persen, realisasinya masih belum mencapai target yang ditetapkan.
“Saya melihat kemampuan pemerintah dalam meningkatkan penerimaan negara masih terbatas. Meskipun diklaim penerimaan negara naik puluhan persen, termasuk pajak, namun masih belum mencapai target yang dicanangkan,” ujar Nailul kepada IDN Times, Jumat (11/9/2026).
Selain belanja negara, penerimaan negara ditargetkan bertambah menjadi Rp 3.435,1 triliun dari perencanaan sebelumnya Rp3.426,0 triliun, naik Rp 9,1 triliun. Kenaikan bersumber dari penerimaan perpajakan Rp2.912 triliun yang disumbang dari penerimaan pajak serta bea dan cukai. Sedangkan penerimaan negara bukan pajak Rp522,5 triliun.
