Beras Premium Langka, Bulog Didorong Perkuat Pasokan ke Ritel Modern

- Mendag Budi Santoso mendorong Perum Bulog memperkuat pasokan beras ke ritel modern menyusul kelangkaan beras premium kemasan 5 kilogram di sejumlah gerai.
- Kemendag terus berkoordinasi dengan Bulog serta asosiasi peritel, termasuk Aprindo dan Hippindo, agar beras Bulog masuk ke minimarket dan jaringan ritel modern.
- Penguatan distribusi ditujukan untuk memperluas ketersediaan beras Bulog di ritel, membantu memenuhi kebutuhan masyarakat, dan memudahkan akses pembelian beras.
Jakarta, IDN Times - Menteri Perrdagangan (Mendag) Budi Santoso mendorong Perum Bulog memperkuat pasokan beras ke jaringan ritel modern. Hal tersebut menyusul beras premium ukuran 5 kilogram (kg) yang mengalami kelangkaan di sejumlah ritel modern.
"Beras sekarang ada beras premium juga dari Bulog ya. Sekarang saya pikir sudah mulai masuk di ritel. Kalau nggak salah namanya Befood," kata Budi di kantor Kementerian Perdagangan (Kemendag), dikutip dari ANTARA, Kamis (3/9/2026).
1. Kemendag koordinasi dengan Bulog dan asosiasi peritel

Ilustrasi beras premium. (IDN Times/Anata Siregar) Budi menyampaikan, Kemendag terus melakukan koordinasi dengan Perum Bulog dan asosiasi peritel supaya pasokan beras dapat masuk ke jaringan penjualan, termasuk minimarket dan ritel modern.
"Kita koordinasi terus supaya Bulog itu bisa memasok ke Aprindo, ke Hippindo, di asosiasinya ya, di minimarket maupun di ritel modern," ujar Budi.
2. Penguatan pasokan untuk penuhi kebutuhan masyarakat

Ilustrasi beras premium. (IDN Times/Anata Siregar) Budi menjelaskan, penguatan pasokan beras tersebut dilakukan agar produk beras dari Bulog tersedia di jaringan ritel dan membantu memenuhi kebutuhan masyarakat.
"Jadi kita terus supaya produk-produk itu diisi dari Bulog," ucapnya.
3. Pemerintah dorong pasokan beras Bulog tersalurkan ke ritel modern

Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso di Kantor Kementerian Koordinator (Kemenko) Perekonomian, Jakarta, Kamis (21/5/2026). (IDN Times/Trio Hamdani) Budi menuturkan, Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) pada dasarnya berperan sebagai pihak yang menjual produk di jaringan ritel. Karena itu, pemerintah mendorong agar pasokan beras dari Bulog dapat tersalurkan ke jaringan ritel melalui koordinasi dengan asosiasi tersebut.
Langkah itu diharapkan dapat memperluas ketersediaan beras Bulog di ritel modern. Hal tersebut sekaligus memastikan masyarakat memperoleh beras dengan mudah.




















