Danone dan Kemen PPPA Perkuat Pemulihan Anak NTT Terdampak Gempa

- Kemen PPPA dan Danone Indonesia bersinergi mendukung pemulihan perempuan serta anak terdampak gempa NTT, dengan kunjungan ke shelter, rumah sakit, posko, dan fasilitas pendidikan di sejumlah wilayah.
- Menteri PPPA Arifah Fauzi menekankan perempuan dan anak membutuhkan ruang aman, kebutuhan dasar, pendampingan psikososial berkelanjutan oleh psikolog, serta pemenuhan gizi selama tanggap darurat dan pemulihan.
- Danone menyalurkan sekitar 5.000 karton produk hidrasi dan nutrisi melalui Kemen PPPA, PMI, MDMC, dan mitra lokal, serta akan terus berkoordinasi mengikuti kebutuhan warga terdampak.
Jakarta, IDN Times - Pemulihan anak-anak terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT) tak hanya membutuhkan bantuan kebutuhan dasar, tetapi juga pendampingan psikologis dan pemenuhan gizi.
Untuk itu, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) bersinergi dengan Danone Indonesia dalam mendukung pemulihan perempuan dan anak korban bencana.
Menteri PPPA Arifah Fauzi mengatakan, pemulihan trauma pada anak membutuhkan pendampingan secara berkelanjutan. Menurutnya, trauma healing tidak cukup dilakukan dalam satu atau dua kali pertemuan, tetapi perlu melibatkan psikolog dalam jangka panjang.
“Trauma healing tidak dapat dilakukan hanya sekali atau dua kali, sehingga diperlukan pendampingan jangka panjang dengan melibatkan psikolog,” ujar Arifah.
1. Perempuan dan anak menjadi kelompok yang butuh perhatian khusus dalam situasi bencana

Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) bersinergi dengan Danone Indonesia dalam mendukung pemulihan perempuan dan anak korban bencana. (Dok/Istimewa). Dalam kunjungan tersebut, Kemen PPPA bersama Danone Indonesia dan sejumlah pihak turut meninjau Rumah Shelter di Manggarai Barat, Desa Golo Bias, RSUD Komodo, Posko Kabupaten Ruteng, SLB Tenda Ruteng, serta sejumlah posko masyarakat terdampak.
Arifah menegaskan, perempuan dan anak menjadi kelompok yang membutuhkan perhatian khusus dalam situasi bencana. Selain kebutuhan dasar, mereka membutuhkan ruang aman serta pendampingan psikososial agar dapat kembali menjalani kehidupan secara bertahap.
2. Danone berikan dukungan nutrisi

Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) bersinergi dengan Danone Indonesia dalam mendukung pemulihan perempuan dan anak korban bencana. (Dok/Istimewa). Selain pendampingan psikologis, pemenuhan asupan gizi dan hidrasi menjadi bagian penting dalam menjaga kesehatan serta tumbuh kembang anak selama masa tanggap darurat dan pemulihan.
General Secretary Director Danone Indonesia Agung Laksamana mengatakan, perusahaan mendukung upaya Kemen PPPA bersama pemerintah daerah dan berbagai mitra untuk membantu masyarakat terdampak, terutama perempuan dan anak.
“Danone Indonesia mendukung upaya Kemen PPPA bersama pemerintah daerah dan berbagai mitra untuk membantu masyarakat terdampak, khususnya perempuan dan anak,” ujar Agung.
3. Danone Indonesia menyatakan akan terus berkoordinasi dengan Kemen PPPA

Pusat Riset dan Inovasi Danone, Utrecht. (dok. Istimewa) Dalam sinergi tersebut, Danone Indonesia menyediakan dukungan hidrasi dan nutrisi yang disalurkan melalui koordinasi dengan Kemen PPPA berdasarkan kebutuhan di lapangan. Secara keseluruhan, sekitar 5.000 karton produk hidrasi dan nutrisi telah disalurkan Danone Indonesia secara bertahap melalui berbagai mitra untuk masyarakat terdampak gempa NTT.
Bantuan tersebut juga disalurkan melalui sejumlah jalur pemerintah dan kemanusiaan, termasuk Palang Merah Indonesia (PMI), Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC), serta mitra lokal di wilayah terdampak.
Agung mengatakan, dukungan tersebut merupakan bagian dari semangat gotong royong untuk membantu masyarakat melewati masa tanggap darurat hingga proses pemulihan.
“Apa yang kami lakukan merupakan bagian kecil dari ikhtiar bersama. Kami percaya semangat saling membantu dan gotong royong adalah kekuatan bangsa Indonesia ketika menghadapi masa-masa sulit,” katanya.
Danone Indonesia menyatakan akan terus berkoordinasi dengan Kemen PPPA, pemerintah, organisasi kemanusiaan, dan mitra lainnya untuk mengikuti perkembangan kebutuhan masyarakat serta mendukung proses pemulihan korban bencana di NTT sesuai kapasitas perusahaan.




















