Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Destry Pimpin BI, Purbaya Siapkan Penguatan Sinergi Fiskal-Moneter

Destry Pimpin BI, Purbaya Siapkan Penguatan Sinergi Fiskal-Moneter
Menteri Keuangan sekaligus Ketua Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK), Purbaya Yudhi Sadewa di Kantor LPS, Jakarta, Rabu (8/10/2025). (IDN Times/Trio Hamdani)
  • Destry Damayanti resmi dilantik sebagai Gubernur BI periode 2026–2031. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa optimistis pengalaman dan kedekatan koordinasi mereka memperkuat sinkronisasi fiskal-moneter.
  • Pemerintah dan BI akan mempererat koordinasi di luar KSSK, termasuk pengelolaan likuiditas perbankan serta pengembangan instrumen yang mencerminkan kondisi riil, demi stabilitas sistem keuangan dan pertumbuhan.
  • Destry menempatkan stabilitas sebagai fokus utama bauran kebijakan BI di tengah ketidakpastian global, dengan prinsip 3I plus S dan kolaborasi pemerintah untuk menjaga harga serta inflasi.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jakarta, IDN Times - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa optimistis sinergi kebijakan fiskal dan moneter akan semakin kuat di bawah kepemimpinan Gubernur Bank Indonesia (BI) Destry Damayanti. Optimisme tersebut disampaikan Purbaya setelah Mahkamah Agung resmi melantik Destry Damayanti sebagai Gubernur BI periode 2026–2031, bersama Aida S Budiman sebagai Deputi Gubernur Senior BI dan Solikin M. Juhro sebagai Deputi Gubernur BI, Rabu (2/9/2026).

Purbaya menilai Destry memiliki pengalaman yang cukup panjang dalam menjalankan kebijakan ekonomi. Sebelum menjabat Gubernur BI, Destry juga pernah menjadi anggota Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).

“Ke depannya bakal lebih bagus. Bu Destry sebelumnya juga pernah di Dewan Komisioner LPS. Jadi saya cukup dekat dengan beliau, sehingga saya rasa kebijakannya lebih sinkron dan lebih sinergi,” ujar Purbaya kepada awak media di Mahkamah Agung, Rabu (2/9/2026).

  1. 1. Pemerintah juga akan memperkuat koordinasi dengan bank sentral

    Logo Bank Indonesia
    Logo Bank Indonesia

    Menurut Purbaya, penguatan sinergi pemerintah dan BI tidak hanya dilakukan melalui Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK). Pemerintah juga akan memperkuat koordinasi dengan bank sentral dalam merumuskan kebijakan yang berkaitan dengan kondisi ekonomi dan likuiditas di sistem keuangan.

    Salah satu yang menjadi perhatian adalah pengelolaan likuiditas perbankan, termasuk instrumen terkait rasio alat likuid terhadap non-core deposit (AL/NCD).

    “Jadi, itu mesti kita perbaiki. Kami ingin mengembangkan tools-tools yang betul-betul melihat kondisi riil di lapangan,” terang Purbaya.

    Ia berharap koordinasi yang lebih erat antara pemerintah dan BI dapat membuat kebijakan ekonomi lebih responsif terhadap kondisi di lapangan, sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi dan menjaga stabilitas sistem keuangan.

  2. 2. Dorong Investasi dan pertumbuhan ekonomi

    Aktivitas ekonomi Indonesia dan laporan statistik pertumbuhan triwulan II-2026
    Ilustrasi aktivitas ekonomi Indonesia dengan latar kota, pasar, dan laporan statistik. (Ilustrasi AI original)

    Sementara itu, Direktur Utama PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) Heri Gunardi berharap kepemimpinan Gubernur BI yang baru dapat mendorong pertumbuhan ekonomi dan investasi nasional.

    Menurut Heri, peningkatan pertumbuhan ekonomi dan investasi akan memperkuat ekspektasi investor terhadap prospek perekonomian Indonesia. “Sehingga arus modal yang tadinya sempat keluar dari Indonesia akan kembali lagi dan menyebabkan dampak positif ke ekonomi kita,” kata Heri.

    Ia menilai masuknya kembali arus modal akan memberikan dampak positif terhadap perekonomian domestik, termasuk memperkuat aktivitas investasi dan mendukung pertumbuhan ekonomi.

  3. 3. Arah bauran kebijakan BI ke depan akan berfokus pada stabilitas

    WhatsApp Image 2026-09-02 at 6.39.34 PM.jpeg
    Pelantikan Destry Damayanti sebagai Gubernur Bank Indonesia di Mahkamah Agung, Rabu (2/9/2026). (IDN Times/Triyan Pangastuti).

    Gubernur Bank Indonesia (BI) Destry Damayanti menegaskan arah bauran kebijakan BI ke depan akan berfokus pada stabilitas di tengah masih tingginya ketidakpastian global. Berbagai dinamika global, menurut Destry, akan turut memengaruhi arah kebijakan BI dalam jangka pendek.

    "Tentu kita harus menjaga yang pertama adalah stabilitas. Stabilitas itu menjadi sangat penting untuk kami karena tentunya dengan kita memiliki ekonomi yang stabil, ruang-ruang untuk pertumbuhan ekonomi itu menjadi semakin luas," tegas Destry usai dilantik di Mahkamah Agung, Rabu (2/9/2026).

    Ia menjelaskan, ke depan BI akan terus memfokuskan kebijakannya pada prinsip 3I plus S, yakni impactful, inklusif, integratif, dan sinergis.

    "Semua ini akan bisa tercapai melalui Sinergi Merah Putih yang akan terus menjadi pegangan bagi kami untuk menuju Indonesia maju yang makin baik," ujarnya.

    Lebih lanjut, Destry menegaskan BI tidak dapat meredam seluruh gejolak ekonomi seorang diri. Oleh karena itu, ia menekankan pentingnya kolaborasi antara bank sentral dan pemerintah, terutama dalam menghadapi berbagai tantangan domestik, termasuk menjaga stabilitas harga dan mengendalikan inflasi.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More