Jakarta, IDN Times - Bank Indonesia (BI) menyebut nilai tukar rupiah menguat ke level Rp17.885 per dolar Amerika Serikat (AS) pada 21 Juli 2026. Berdasarkan data Bloomberg, nilai tukar atau kurs rupiah tercatat mengalami pelemahan terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada penutupan perdagangan Rabu (22/7/2026).
Nilai tukar rupiah melemah 29 poin atau 0,16 persen ke level Rp17.917 per dolar AS. Posisi tersebut merosot dari penutupan sebelumnya yang berada di level Rp17.888 per dolar AS.
Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan, meski sempat mengalami tekanan, pergerakan rupiah kini kembali stabil dibandingkan posisi akhir Juni 2026.
"Rupiah telah menguat ke Rp 17.885 per dolar Amerika Serikat pada 21 Juli 2026, setelah sempat melemah sejak akhir Juni 2026 akibat meningkatnya konflik di Timur Tengah dan menguatnya ekspektasi pasar terhadap kenaikan Fed Fund Rate (FFR)," ujar Perry dalam konferensi pers hasil Rapat Dewan Gubernur BI, Rabu (22/7/2026).
