ilustrasi menghitung uang (pexels.com/Photo By: Kaboompics.com)
Di sisi lain, dana pihak ketiga (DPK) yang dihimpun perbankan mencapai Rp9.718,8 triliun pada Juni 2026 atau tumbuh 8,1 persen (yoy). Pertumbuhan tersebut lebih rendah dibandingkan Mei 2026 yang mencapai 10,8 persen (yoy).
Perlambatan DPK dipengaruhi oleh melambatnya pertumbuhan giro dan tabungan. Giro tumbuh 10,2 persen (yoy), turun dari 20,4 persen (yoy) pada Mei 2026. Sementara itu, tabungan tumbuh 8,2 persen (yoy), lebih rendah dibandingkan bulan sebelumnya sebesar 10,2 persen (yoy).
Berbeda dengan giro dan tabungan, simpanan berjangka justru mencatatkan akselerasi pertumbuhan menjadi 6,3 persen (yoy) dari 3,5 persen (yoy) pada Mei 2026.
Berdasarkan kelompok nasabah, pertumbuhan DPK korporasi melambat menjadi 12,7 persen (yoy) dari 18,7 persen (yoy) pada bulan sebelumnya. DPK perorangan juga melambat menjadi 2,8 persen (yoy) dari 3,5 persen (yoy). Sementara itu, DPK kelompok nasabah lainnya meningkat menjadi 12,2 persen (yoy) pada Juni 2026, dibandingkan 3,5 persen (yoy) pada Mei 2026.