Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Uang Beredar pada Mei 2026 Tembus Rp10.415 Triliun

Uang Beredar pada Mei 2026 Tembus Rp10.415 Triliun
ilustrasi rupiah. (ANTARA FOTO/Oky Lukmansyah)
Intinya Sih
  • Bank Indonesia mencatat uang beredar (M2) pada Mei 2026 mencapai Rp10.415,9 triliun, tumbuh 10,8 persen secara tahunan dan lebih tinggi dibandingkan bulan sebelumnya.
  • Pertumbuhan M2 didorong oleh peningkatan uang beredar sempit (M1) sebesar 15,3 persen serta uang kuasi 6 persen, dipengaruhi penyaluran kredit dan aktiva luar negeri bersih.
  • Uang primer (M0) naik 14,2 persen menjadi Rp2.214,6 triliun, ditopang pertumbuhan giro perbankan umum di BI sebesar 17,4 persen dan uang kartal 15,8 persen.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Jakarta, IDN Times - Bank Indonesia (BI) melaporkan likuiditas perekonomian atau uang beredar dalam arti luas (M2) mencapai Rp10.415,9 triliun pada Mei 2026. Pergerakan uang beredar mengalami pertumbuhan 10,8 persen secara tahunan (year on year/yoy).

Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan uang beredar pada April 2026 yang sebesar 9,2 persen.

1. Ada peningkatan uang beredar sempit sebesar 11 persen

ilustrasi rupiah (unsplash.com/Mufid Majnun)
ilustrasi rupiah (unsplash.com/Mufid Majnun)

Kepala Departemen Komunikasi BI, Ramdan Denny Prakoso menjelaskan, pertumbuhan M2 terutama dipengaruhi oleh pertumbuhan uang beredar sempit (M1) sebesar 15,3 persen (yoy), dan uang kuasi 6 persen (yoy).

“Ini terutama dipengaruhi oleh penyaluran kredit dan aktiva luar negeri bersih,” kata Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, Ramdan Denny Prakoso dikutip dari keterangan resmi, Selasa (23/6/2026).

2. Pertumbuhan kredit capai 10,8 persen

ilustrasi rupiah (ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan)
ilustrasi rupiah (ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan)

Sementara itu, penyaluran kredit  pada Mei 2026 masih tercatat tumbuh 10,8 persen.

Penyaluran kredit pada Mei 2026 masih lebih tinggi dibandingkan April 2026 yang hanya tumbuh 9,4 persen (yoy).

3. Giro perbankan tumbuh 17,4 persen

Ilustrasi rupiah. (dok. BNI)
Ilustrasi rupiah. (dok. BNI)

Sementara itu, uang primer (M0) pada Mei 2026 tumbuh 14,2 persen (yoy), menurun dari 14,3 persen pada bulan sebelumnya. Dengan demikian, M0 tercatat sebesar Rp2.214,6 triliun.

Capaian ini turut ditopang oleh pertumbuhan giro perbankan umum di BI sebesar 17,4 persen dan uang kartal sebesar 15,8 persen.

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Anata Siregar
EditorAnata Siregar

Related Articles

See More