Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Bisnis Logistik Dimerger dengan Pos Indonesia, Ini Kata Pelindo
Penandatanganan Shareholder Agreement (SHA) dan Akta Penggabungan Konsolidasi Logistik BUMN. (dok. Pelindo)
  • Pelindo resmi memulai konsolidasi BUMN logistik bersama Pos Indonesia dengan menandatangani perjanjian penggabungan, sejalan dengan arahan pemerintah untuk membentuk holding logistik nasional yang efisien dan kompetitif.
  • Pada tahap awal, Pelindo menjadi pemegang saham mayoritas sebesar 74,47 persen dan berperan strategis mengawal integrasi tujuh entitas logistik BUMN menuju pembentukan ekosistem logistik nasional terintegrasi.
  • PT Multi Terminal Indonesia ditetapkan sebagai entitas penerima penggabungan, sementara Pelindo Sinergi Lokaseva siap memperkuat konektivitas layanan logistik dari pelabuhan hingga kawasan industri dan hinterland.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo terlibat dalam program konsolidasi BUMN sektor logistik untuk digabungkan ke dalam Holding BUMN logistik.

Holding itu akan dipimpin oleh PT Pos Indonesia (Persero). Pelindo yang memiliki anak usaha di bidang logistik memulai proses konsolidasi itu, salah satunya melaksanakan penandatanganan Shareholder Agreement (SHA) dan Akta Penggabungan Konsolidasi Logistik BUMN di Pos Bloc, Jakarta Pusat.

Senior Director Corporate Strategy PT Danantara Aset Manajemen, Aurelius Altius Rosimin menyampaikan konsolidasi logistik BUMN merupakan langkah strategis yang sejalan dengan arahan strategis Presiden Prabowo Subianto untuk membangun perusahaan BUMN yang lebih fokus, efisien, sehat, dan berdaya saing.

“Melalui konsolidasi kapabilitas, aset, dan jaringan perusahaan, hasil penggabungan ini diharapkan mampu menciptakan sinergi, meningkatkan kualitas layanan, serta memberikan nilai tambah yang lebih besar bagi negara,” ujar Aurelius dalam keterangan resmi, dikutip Kamis (2/7/2026).

1. Pelindo bakal jadi pemegang saham mayoritas Holding BUMN logistik di tahap awal

Penandatanganan Shareholder Agreement (SHA) dan Akta Penggabungan Konsolidasi Logistik BUMN. (dok. Pelindo)

Pada tahap awal konsolidasi, struktur kepemilikan saham perusahaan konsolidasi terdiri atas 74,47 persen Pelindo Group, 9,24 persen PT Pos Indonesia (Persero), 9,37 persen PT Krakatau Bandar Samudera, dan 6,92 persen entitas lainnya.

Sebagai pemegang saham mayoritas pada tahap awal konsolidasi, Pelindo memegang peran strategis dalam mengawal proses integrasi hingga terbentuknya holding logistik nasional. Peran tersebut menjadi bagian dari komitmen Pelindo untuk memastikan proses transisi berjalan sesuai roadmap yang telah ditetapkan sekaligus memperkuat sinergi antarpelaku logistik BUMN.

Direktur Utama Pelindo, Achmad Muchtasyar menyampaikan konsolidasi logistik BUMN merupakan langkah strategis untuk memperkuat daya saing logistik nasional melalui sinergi antarpelaku logistik milik negara.

“Kami menyambut baik proses konsolidasi ini sebagai bagian dari upaya membangun ekosistem logistik nasional yang lebih terintegrasi. Melalui kolaborasi yang semakin erat antar-BUMN, kami optimistis konektivitas rantai pasok nasional akan semakin kuat, biaya logistik dapat ditekan, serta layanan kepada pelanggan menjadi lebih efektif dan kompetitif,” kata Achmad.

Achmad menambahkan, Pelindo berkomitmen mengawal proses transisi tersebut agar berjalan sesuai roadmap yang telah ditetapkan dan memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi Indonesia.

“Kami akan terus mendukung proses integrasi ini, termasuk melalui penguatan sinergi layanan kepelabuhanan dan logistik. Kami meyakini konsolidasi ini dapat menjadi fondasi penting dalam membangun sistem logistik nasional yang lebih efisien, terintegrasi, dan kompetitif,” ucap Achmad.

2. Ada 7 BUMN logistik yang bakal gabung ke Pos Indonesia

Logo Pos Indonesia di Pos Bloc, Jakarta Pusat. (IDN Times/Vadhia Lidyana)

Sebagai bagian dari proses konsolidasi, tujuh entitas logistik BUMN akan bergabung dalam satu entitas sebagai fondasi pembentukan holding logistik nasional.

Ketujuh entitas tersebut meliputi PT Multi Terminal Indonesia (MTI) dan PT Prima Indonesia Logistik (PIL) dari Pelindo Group, PT Pos Logistik Indonesia (POSLOG), PT Sarana Bandar Logistik (SBL), PT KBN Prima Logistik (KPL), PT Varia Usaha Dharma Segara (VUDS), serta PT Krakatau Jasa Logistik (KJL).

3. Anak usaha Pelindo jadi surviving entity

Halal logistic and cold storage (HLC) PT Multi Terminal Indonesia atau MTI Multi SCM. (dok. MTI Multi SCM)

Dalam proses tersebut, PT Multi Terminal Indonesia ditunjuk sebagai entitas penerima penggabungan atau surviving entity. Sebagai bagian dari Pelindo Group, PT Pelindo Sinergi Lokaseva (PSL) mendukung penuh implementasi konsolidasi tersebut sebagai langkah strategis dalam memperkuat integrasi layanan logistik nasional.

Sejalan dengan fokus perusahaan sebagai penyedia solusi logistik terintegrasi dan pengelola kawasan, PSL memandang konsolidasi ini sebagai momentum untuk memperkuat sinergi layanan sekaligus memperluas konektivitas antara pelabuhan, kawasan industri, dan hinterland.

Direktur Utama PT Pelindo Sinergi Lokaseva, Faruq Hidayat mengatakan bahwa sebagai bagian dari Pelindo Group dan pemegang saham PT MTI, PSL akan mengoptimalkan perannya dalam mendukung implementasi konsolidasi, khususnya melalui penguatan layanan port-related logistics dan konektivitas port-to-hinterland.

“Langkah konsolidasi ini membawa harapan besar bagi dunia logistik Indonesia, termasuk bagi PSL. Kami siap memperkuat sinergi layanan logistik melalui konektivitas yang semakin terintegrasi, mulai dari pelabuhan hingga kawasan hinterland,” ujar Faruq.

Curated For You

Editorial Team

Related Article