Ilustrasi pengguna saat mengakses e-commerce Blibli. (IDN Times/Vadhia Lidyana)
Sementara itu, CFO Blibli Ronald Winardi mengatakan, perbaikan kinerja keuangan ditopang oleh peningkatan bauran pendapatan dan pengelolaan biaya yang lebih disiplin. Selain itu, Blibli mencatatkan peningkatan take rate, yakni rasio pendapatan terhadap TPV, menjadi 9,1 persen pada Januari-September 2026, dari sebelumnya 8,4 persen pada periode yang sama tahun lalu. Khusus kuartal III 2026, take rate perusahaan mencapai 9,3 persen.
"Peningkatan take rate menjadi 9,1 persen serta perbaikan kinerja EBITDA sebesar 160 basis poin semakin menunjukkan kemajuan dalam kualitas pertumbuhan dan efisiensi operasional," ujar Ronald.
Dari sisi segmen bisnis, pendapatan neto segmen toko fisik tumbuh 37 persen menjadi Rp6,62 triliun. Sementara itu, segmen ritel pihak pertama (first-party/1P) meningkat 29 persen menjadi Rp4,49 triliun dan segmen ritel pihak ketiga (third-party/3P) tumbuh 9 persen menjadi Rp1,19 triliun. Pertumbuhan segmen institusi didukung oleh ekspansi regional pada kategori elektronik konsumen, khususnya smartphone dan elektronik rumah tangga. Sepanjang sembilan bulan pertama 2026, Blibli melayani sekitar 93 ribu klien institusi. Rata-rata belanja per klien juga meningkat 63 persen secara tahunan menjadi Rp145,1 juta.
Adapun pertumbuhan segmen toko fisik ditopang oleh peningkatan volume penjualan smartphone, peluncuran produk baru, serta perluasan jaringan toko elektronik konsumen. Hingga akhir September 2026, Blibli mengoperasikan 347 toko elektronik konsumen, yang terdiri dari 160 toko merek tunggal dan 187 toko multi merek. Perseroan juga mengelola 24 toko elektronik rumah tangga, satu toko fesyen dan olahraga, serta 60 gerai supermarket premium melalui Ranch Market.
Dari sisi pelanggan, jumlah pengguna aktif bertransaksi Blibli meningkat 10 persen menjadi 4,5 juta pengguna. Sementara itu, rata-rata nilai pesanan atau Average Order Value (AOV) tercatat sebesar Rp1,94 juta.
Ronald menambahkan, perusahaan masih berfokus memperluas margin, meningkatkan leverage operasional, serta menjaga disiplin alokasi modal untuk mempercepat pencapaian profitabilitas. Upaya tersebut diharapkan dapat memperkuat fondasi bisnis sekaligus mendorong pertumbuhan laba secara berkelanjutan.