Jakarta, IDN Times - Ketua Umum terpilih Badan Pengurus Pusat Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) Ade Jona Prasetyo mengusulkan kenaikan plafon Kredit Usaha Rakyat (KUR) dari Rp500 juta menjadi Rp2 miliar.
Usulan tersebut disampaikan dalam Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) antara Hipmi, Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, serta Asosiasi Pengusaha Mikro, Kecil, dan Menengah Mandiri Indonesia (Apmikimmdo) bersama Badan Akuntabilitas Keuangan Negara (BAKN) DPR RI.
Pertemuan dipimpin oleh Herman Khaeron, didampingi Andreas Eddy Susetyo dan M Endipat Wijaya. Dalam rapat itu, Jona hadir bersama Anthony Leong.
Jona memaparkan Hipmi memiliki 30 ribu anggota di tingkat pusat dan 38 Badan Pengurus Daerah (BPD), di mana mayoritas anggotanya adalah pelaku UMKM. BPP Hipmi juga mewajibkan setiap BPD membina minimal 100 UMKM. Namun, perkembangan pelaku usaha terhambat karena pembiayaan KUR saat ini dinilai tidak maksimal.
"Menurut kami, Rp500 juta tidak relevan. Gimana mau naik kelas, kalau usahanya hanya dikasih KUR Rp500 juta," kata Jona, Senin (22/6/2026).
