Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Bos Baru Hipmi Dorong Kenaikan Plafon KUR Jadi Rp2 Miliar
Ketua Umum terpilih Badan Pengurus Pusat Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) Ade Jona Prasetyo. (IDN Times/Eko Agus Herianto)
  • Ade Jona Prasetyo, Ketua Umum Hipmi, mengusulkan kenaikan plafon KUR dari Rp500 juta menjadi Rp2 miliar agar UMKM bisa berkembang dan naik kelas.
  • Jona menilai KUR berperan penting bagi UMKM yang menyumbang lebih dari 60 persen PDB dan 90 persen tenaga kerja, namun batas plafon saat ini membatasi pertumbuhan usaha.
  • DPR melalui BAKN mencatat lima masalah utama program KUR, termasuk validasi data, rendahnya pengusaha naik kelas, akses unbankable, minim pendampingan Pemda, dan lemahnya peran penjamin.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Ketua Umum terpilih Badan Pengurus Pusat Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) Ade Jona Prasetyo mengusulkan kenaikan plafon Kredit Usaha Rakyat (KUR) dari Rp500 juta menjadi Rp2 miliar.

Usulan tersebut disampaikan dalam Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) antara Hipmi, Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, serta Asosiasi Pengusaha Mikro, Kecil, dan Menengah Mandiri Indonesia (Apmikimmdo) bersama Badan Akuntabilitas Keuangan Negara (BAKN) DPR RI.

Pertemuan dipimpin oleh Herman Khaeron, didampingi Andreas Eddy Susetyo dan M Endipat Wijaya. Dalam rapat itu, Jona hadir bersama Anthony Leong.

Jona memaparkan Hipmi memiliki 30 ribu anggota di tingkat pusat dan 38 Badan Pengurus Daerah (BPD), di mana mayoritas anggotanya adalah pelaku UMKM. BPP Hipmi juga mewajibkan setiap BPD membina minimal 100 UMKM. Namun, perkembangan pelaku usaha terhambat karena pembiayaan KUR saat ini dinilai tidak maksimal.

"Menurut kami, Rp500 juta tidak relevan. Gimana mau naik kelas, kalau usahanya hanya dikasih KUR Rp500 juta," kata Jona, Senin (22/6/2026).

1. Dorong UMKM naik kelas sesuai arahan Prabowo

Ilustrasi UMKM. (IDN Times/Aditya Pratama)

Jona mengusulkan agar pembiayaan KUR dinaikkan menjadi Rp2 miliar agar pelaku UMKM bisa berkembang dan berkontribusi lebih besar pada perekonomian.

Langkah tersebut juga sejalan dengan program Presiden Prabowo Subianto yang mendorong kesetaraan ekonomi. Jona menyatakan pemerintah harus membantu pelaku usaha kelas menengah untuk naik kelas, bukan membuat yang kaya makin kaya.

"Jangan kaya makin kaya, tapi kita harus bisa membuat kelas menengah ini naik kelas. Sehingga kami menyarankan agar KUR jadi Rp 2 miliar," ujar dia.

2. Keterkaitan KUR, UMKM dan pertumbuhan ekonomi

ilustrasi UMKM (IDN Times/Aditya Pratama)

Menurut Jona, KUR merupakan program pemerintah untuk membantu UMKM. Sektor UMKM sendiri berkontribusi lebih dari 60 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) dan menyerap lebih dari 90 persen total tenaga kerja di Indonesia.

Oleh karena itu, KUR, UMKM, dan pertumbuhan ekonomi adalah hal yang saling berkaitan. Jona menilai ada kondisi yang kurang tepat di lapangan, di mana pelaku UMKM terpaksa beralih dari KUR ke kredit komersial swasta ketika kebutuhan modal usahanya sudah melewati batas Rp500 juta.

"Karena, saat ini ketika usahanya sudah kepentok di Rp 500 juta, dia beralih dari KUR ke kredit komersial," tutur Jona.

3. Lima catatan DPR terkait evaluasi program KUR

Ilustrasi kredit (IDN Times/Aditya Pratama)

Di awal RDPU, Ketua BAKN DPR RI Andreas Eddy Susetyo menyatakan program KUR sudah berjalan selama 17 tahun, tetapi kontribusinya belum maksimal terhadap perekonomian. Padahal, DPR melihat KUR sebagai alat intervensi pemerintah untuk mendukung pertumbuhan ekonomi.

Andreas menyampaikan lima catatan terkait realisasi KUR saat ini. Pertama, masalah validasi data terkait sasaran KUR. Kedua, jumlah pengusaha mikro yang naik kelas menjadi pengusaha kecil masih di bawah 5 persen.

Ketiga, masalah pembiayaan untuk sektor yang belum bisa mengakses bank (unbankable). Keempat, kurangnya pendampingan dari Pemerintah Daerah (Pemda) maupun asosiasi. Kelima, masih minimnya peran dari perusahaan penjaminan.

Editorial Team

Related Article