Jakarta, IDN Times - Gempa di Nusa Tenggara Timur (NTT) berdampak pada fasilitas Perum Bulog di provinsi tersebut.
Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani mengatakan, 12 gudang Bulog mengalami kerusakan akibat gempa.

Rizal mengatakan, seperti gudang yang di Ruteng, Kabupaten Manggarai, NTT, dindingnya rusak karena tekanan beras-beras yang terguncang saat gempa.
“Beras yang ada di stapel, tumpukan beras itu bergoyang. Nah saat bergoyang, mendorong ke kanan dan ke kiri dinding gudang. Yang mana dinding gudang itu bukan dari beton atau dari cor-coran, namun menggunakan seng dalam hal ini. Oleh karenanya sengnya sempat jebol dan lain sebagainya,” ucap Rizal.
Meski begitu, Rizal memastikan struktur gudang yang terdampak masih baik, sehingga perbaikan bisa segera dilakukan.
“Sudah kami berangkatkan Direktur SDM untuk segera melakukan perbaikan-perbaikan kepada sekitar 12 gudang kami yang mengalami kerusakan, khususnya dinding-dindingnya,” kata Rizal.
Secara keseluruhan, Bulog memiliki 46 unit gudang di NTT, dengan kapasitas total 50.400 ton.
Di Labuan Bajo terdapat 3 unit gudang dengan kapasitas 4.650 ton. Kemudian, di Ruteng ada 7 unit gudang dengan kapasitas 7.400 ton, di Waikabubak sebanyak 2 unit gudang dengan kapasitas 2.100 ton.
Di Ende ada 3 unit gudang dengan kapasitas 3.000 ton, di Larantuka ada 4 unit gudang dengan kapasitas 4.750 ton, Atambua 5 unit gudang dengan kapasitas 5.750 ton, Maumere 3 unit gudang dengan kapasitas 2.850 ton, dan Kalabahi sebanyak 2 unit gudang dengan kapasitas 2.200 ton.
Akibat kerusakan gudang, terutama di Ruteng, Bulog harus memindahkan stok beras ke tenda-tenda pengungsian.
Selain itu, Bulog juga mempercepat penyaluran beras ke masyarakat yang terdampak gempa untuk mencegah beras ikut rusak.
“Khusus yang di Ruteng kita maksimalkan, kita optimalkan untuk segera didorong kepada masyarakat-masyarakat yang membutuhkan,” tutur Rizal.