Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Apa Sebenarnya yang Dibayar saat Membeli Franchise?

Apa Sebenarnya yang Dibayar saat Membeli Franchise?
ilustrasi franchise (unsplash.com/ Vaishnav Chogale)
  • Biaya franchise mencakup hak memakai merek, sistem bisnis, dan pengetahuan operasional; nilainya bergantung pada popularitas merek serta cakupan dan masa berlaku perjanjian.
  • Investasi dapat meliputi perlengkapan, pembangunan outlet, stok awal, dan bahan baku. Calon mitra perlu memastikan biaya renovasi, sewa, instalasi, serta pembelian stok lanjutan.
  • Selain biaya awal, franchisee perlu menghitung royalti, pemasaran, teknologi, dan modal kerja untuk gaji serta operasional. Rincian biaya dan perjanjian perlu ditelaah sebelum membeli.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Banyak orang mengira membeli franchise berarti cukup membayar sejumlah uang lalu mendapatkan sebuah usaha yang siap dijalankan. Padahal, biaya franchise biasanya terdiri dari beberapa komponen dengan fungsi yang berbeda. Besarnya biaya juga sangat bergantung pada merek, jenis usaha, lokasi, serta fasilitas yang ditawarkan pemilik waralaba.

Karena itu, calon pembeli franchise perlu memahami apa saja yang sebenarnya dibayar sebelum menandatangani perjanjian. Harga paket yang terlihat murah belum tentu menjadi total modal yang dibutuhkan untuk membuka usaha. Berikut beberapa komponen yang biasanya terdapat dalam biaya franchise.

  1. 1. Franchise fee untuk menggunakan merek

    ilustrasi bisnis roti
    ilustrasi bisnis roti (pexels.com/Leonard Richards)

    Salah satu biaya utama adalah franchise fee. Biaya ini pada dasarnya berkaitan dengan hak menggunakan merek, sistem bisnis, konsep usaha, dan berbagai pengetahuan operasional yang diberikan oleh pemilik waralaba.

    Besarnya biaya bisa berbeda-beda tergantung popularitas merek dan cakupan hak yang diberikan. Calon franchisee perlu melihat berapa lama hak tersebut berlaku dan apa saja yang termasuk dalam perjanjian.

  2. 2. Biaya perlengkapan dan pembangunan outlet

    Bisnis franchise
    ilustrasi franchise (unsplash.com/Arturo Rey)

    Jika franchise membutuhkan toko atau gerai fisik, paket investasi bisa mencakup perlengkapan operasional, desain interior, papan nama, mesin, furnitur, hingga kebutuhan dapur. Komponen inilah yang terkadang membuat nilai investasi jauh lebih besar daripada franchise fee saja.

    Namun, tidak semua paket franchise sudah mencakup pembangunan tempat. Karena itu, calon pembeli perlu menanyakan secara detail apakah biaya renovasi, sewa lokasi, instalasi listrik, dan perlengkapan tambahan sudah termasuk atau harus disiapkan sendiri.

  3. 3. Stok awal dan bahan baku

    ilustrasi franchise (pexels.com/RDNE Stock project)
    ilustrasi franchise (pexels.com/RDNE Stock project)

    Beberapa franchise mengharuskan mitra membeli stok awal atau bahan baku tertentu dari pusat. Kebijakan seperti ini dapat membantu menjaga standar kualitas produk di seluruh outlet.

    Di sisi lain, stok awal tetap merupakan bagian dari modal yang perlu diperhitungkan. Jangan hanya melihat harga paket franchise tanpa menghitung berapa biaya yang dibutuhkan untuk melakukan pembelian bahan baku berikutnya setelah stok awal habis.

  4. 4. Royalti dan biaya operasional lainnya

    ilustrasi franchise manager memberikan pelatihan pada mitra
    ilustrasi franchise manager memberikan pelatihan pada mitra (pexels.com/ThisIsEngineering)

    Selain biaya awal, sebagian sistem franchise juga mengenakan royalty fee atau biaya berkala kepada franchisee. Besarnya bisa dihitung berdasarkan persentase omzet, jumlah tertentu, atau skema lain sesuai perjanjian.

    Ada pula kemungkinan biaya pemasaran, teknologi, sistem kasir, pelatihan tambahan, atau layanan tertentu. Semua komponen tersebut perlu dipahami sejak awal karena akan memengaruhi biaya operasional setelah bisnis mulai berjalan.

  5. 5. Modal kerja untuk menjalankan bisnis

    ilustrasi franchise manager rapat bersama para mitra
    ilustrasi franchise manager rapat bersama para mitra (pexels.com/fauxels)

    Salah satu hal yang sering dilupakan calon franchisee adalah modal kerja. Setelah outlet dibuka, bisnis tetap membutuhkan uang untuk membayar gaji karyawan, listrik, sewa, bahan baku, transportasi, dan berbagai kebutuhan operasional sebelum arus kas usaha stabil.

    Karena itu, modal yang disiapkan sebaiknya tidak habis hanya untuk membeli paket franchise. Menyediakan dana cadangan untuk beberapa bulan pertama dapat membantu bisnis bertahan ketika penjualan belum sesuai target.

    Membeli franchise sebenarnya bukan hanya membayar hak menggunakan sebuah merek. Ada biaya franchise fee, perlengkapan, pembangunan outlet, stok awal, royalti, pemasaran, hingga modal kerja yang perlu diperhitungkan secara keseluruhan.

    Sebelum membeli, calon franchisee sebaiknya meminta rincian seluruh biaya dan membaca perjanjian dengan teliti. Yang perlu dicari bukan hanya harga paket paling murah, tetapi berapa total modal yang dibutuhkan sampai bisnis mampu beroperasi dengan arus kas yang sehat.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More