Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Industri Antariksa AS Makin Panas! Ini 4 Saham yang Bisa Terdampak

Industri Antariksa AS Makin Panas! Ini 4 Saham yang Bisa Terdampak
ilustrasi roket (unsplash.com/SpaceX)
  • AS menargetkan lebih dari 1.000 peluncuran dan pendaratan kembali per tahun pada 2030 melalui percepatan perizinan, tambahan lokasi peluncuran, serta perluasan akses infrastruktur dan wilayah udara.
  • Rocket Lab dan SpaceX berpotensi meningkatkan frekuensi misi, sementara AST SpaceMobile dapat terbantu mengirim satelit lebih cepat untuk membangun jaringan komunikasi langsung ke ponsel.
  • Intuitive Machines berpeluang dari dorongan misi Bulan dan infrastruktur lunar; namun dampak kebijakan terhadap tiap perusahaan tetap bergantung pada eksekusi proyek, kontrak, dan kinerja bisnis.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Amerika Serikat ingin memperbesar kapasitas industri antariksa secara agresif dalam beberapa tahun ke depan. Presiden Donald Trump menargetkan lebih dari 1.000 peluncuran dan pendaratan kembali per tahun pada 2030. Target tersebut menunjukkan ambisi AS untuk meningkatkan aktivitas antariksa komersial dan pemerintah secara signifikan.

Untuk mencapainya, pemerintah AS ingin mempercepat proses perizinan dan menambah lokasi peluncuran. Akses terhadap infrastruktur dan wilayah udara juga akan diperluas agar perusahaan dapat menjalankan lebih banyak misi. Kebijakan ini berpotensi membuka peluang bagi perusahaan yang bergerak di bidang roket, satelit, komunikasi, hingga eksplorasi dan pembangunan infrastruktur.

  1. 1. Rocket Lab (RKLB) mendapat peluang dari meningkatnya peluncuran

    Rocket Lab
    Rocket Lab (rocketlabcorp.com)

    Rocket Lab merupakan salah satu perusahaan yang langsung berkaitan dengan peningkatan aktivitas peluncuran. Perusahaan ini mengoperasikan roket Electron dan sedang mengembangkan Neutron, roket yang dirancang untuk membawa muatan lebih besar. Jika akses ke lokasi peluncuran dan proses perizinan menjadi lebih cepat, Rocket Lab berpeluang meningkatkan frekuensi misinya.

    Peluang tersebut juga datang ketika bisnis pemerintahnya terus berkembang. Pada Agustus 2026, Rocket Lab mendapatkan kontrak senilai US$397 juta dari U.S. Space Force untuk mengembangkan, meluncurkan, dan mengoperasikan satelit pengawas ancaman udara. Perusahaan juga telah memperoleh kontrak peluncuran Neutron untuk Kepler Communications, sehingga kebijakan baru AS dapat memberikan tambahan ruang bagi ekspansi bisnisnya.

  2. 2. AST SpaceMobile membutuhkan lebih banyak akses ke orbit

    AST SpaceMobile
    AST SpaceMobile (ast-science.com)

    AST SpaceMobile memiliki bisnis yang berbeda dari perusahaan peluncur roket. Perusahaan ini sedang membangun jaringan satelit yang dirancang untuk menyediakan layanan komunikasi langsung ke ponsel melalui jaringan operator seluler. Agar layanan tersebut bisa berkembang, semakin banyak satelit harus dikirim ke orbit dalam waktu yang relatif cepat.

    Karena itu, peningkatan kapasitas peluncuran AS dapat membantu AST SpaceMobile mengurangi risiko keterlambatan dalam membangun konstelasinya. Perusahaan sebelumnya telah meluncurkan sejumlah satelit BlueBird dan masih membutuhkan lebih banyak satelit untuk memperluas cakupan layanan. Artinya, kebijakan yang membuat peluncuran lebih mudah dan lebih sering dapat memberikan manfaat tidak langsung bagi bisnis AST SpaceMobile.

  3. 3. Intuitive Machines (LUNR) bisa mendapat dorongan dari misi Bulan

    Intuitive Machines
    Intuitive Machines (intuitivemachines.com)

    Intuitive Machines menyediakan layanan untuk eksplorasi Bulan dan pembangunan infrastruktur di sekitar Bulan. Perusahaan tersebut mengembangkan wahana pendarat lunar serta teknologi komunikasi yang dapat mendukung aktivitas di wilayah tersebut. Arah kebijakan baru AS yang mendorong transportasi komersial menuju Bulan membuat bisnis seperti ini semakin relevan.

    Peluangnya juga tidak hanya berasal dari rencana pemerintah jangka panjang. Intuitive Machines memiliki backlog hampir US$1,8 miliar dan memperoleh kontrak bernilai lebih dari US$600 juta untuk program komunikasi satelit. Dengan meningkatnya perhatian terhadap misi Bulan, perusahaan berpotensi mendapatkan lebih banyak pekerjaan dari pemerintah maupun sektor komersial, meski realisasinya tetap bergantung pada keberhasilan proyek dan pelaksanaan kontrak.

  4. 4. SpaceX berpeluang mempercepat peluncuran roket

    ilustrasi SpaceX
    ilustrasi SpaceX (unsplash.com/SpaceX)

    SpaceX menjadi salah satu perusahaan yang paling dekat dengan kebijakan baru pemerintah AS karena bisnis utamanya mencakup peluncuran roket dan layanan satelit. Perusahaan ini mengoperasikan Falcon 9 dan terus mengembangkan Starship, sehingga penambahan lokasi peluncuran serta proses izin yang lebih cepat dapat membantu meningkatkan kapasitas misinya. Target AS untuk mencapai lebih dari 1.000 peluncuran dan reentry per tahun pada 2030 juga membuka peluang bagi SpaceX untuk memperluas aktivitasnya.

    Kebijakan tersebut sejalan dengan rencana SpaceX untuk meningkatkan frekuensi peluncuran dan mengembangkan berbagai proyek antariksa. Selain Falcon 9 dan Starship, perusahaan juga menjalankan Starlink yang membutuhkan peluncuran satelit secara rutin untuk memperluas jaringannya. Meski peluangnya besar, dampak kebijakan ini terhadap SPCX tetap bergantung pada kemampuan SpaceX meningkatkan aktivitas bisnis dan menghasilkan pertumbuhan pendapatan.

    Target lebih dari 1.000 peluncuran per tahun menunjukkan bahwa AS ingin memperbesar kapasitas industri antariksa secara menyeluruh. Dampaknya bisa menjalar ke perusahaan yang menyediakan peluncuran, satelit, komunikasi, dan infrastruktur pendukung. Namun, kebijakan tersebut belum berarti seluruh saham antariksa akan otomatis naik karena kita perlu melihat kinerja bisnis dan kemampuan setiap perusahaan.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More