Cara cek desil DTSEN. (IDN Times/Nisa Zarawaki)
Data yang sebelumnya tersebar di berbagai sumber kini dihimpun, ditunggalkan, dan diintegrasikan ke dalam DTSEN. Selanjutnya, kementerian/lembaga dapat memanfaatkan DTSEN sesuai kebutuhan masing-masing program, termasuk sebagai salah satu dasar dalam menentukan sasaran bantuan maupun intervensi pemerintah.
Menurut Amalia, masyarakat juga memiliki peran dalam menjaga kualitas DTSEN. Masyarakat dapat melakukan koreksi apabila menemukan data diri atau keluarganya yang tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya.
"Setiap warga, setiap masyarakat punya hak suara dan kami berikan jalur untuk melakukan koreksi secara mudah, secara jelas dan transparan, sehingga DTSEN ini bukan hanya milik pemerintah tetapi DTSEN juga merupakan milik kita semua, milik Indonesia yang harus kita jaga bersama-sama," jelasnya.
Ia mengatakan, keterlibatan masyarakat dalam pemutakhiran data penting untuk menjaga akurasi DTSEN. Dengan data yang terus diperbarui, pemerintah diharapkan dapat lebih mudah mengidentifikasi masyarakat yang membutuhkan dan menyalurkan program sesuai sasaran.
"Di balik setiap data, ada nama, ada keluarga, ada yang terus berjuang untuk dijangkau oleh DTSEN," ungkap Amalia.
Ia menambahkan, pemutakhiran DTSEN dilakukan secara berkelanjutan. Keluarga yang sebelumnya belum terdata diharapkan dapat masuk ke dalam basis data sehingga kondisi mereka dapat terlihat dan menjadi pertimbangan dalam penentuan sasaran program pemerintah.
Masyarakat yang menemukan ketidaksesuaian data dapat mengajukan pembaruan melalui mekanisme usul dan sanggah pada kanal resmi, antara lain Cek Bansos Kementerian Sosial, SIKS-NG melalui operator desa atau kelurahan, serta Cek DTSEN milik BPS.