Luhut Akui Banyak Masalah tentang Desil, Diperbaiki Bertahap

- Pemerintah mengakui masih ada sejumlah persoalan dalam penetapan desil penerima bansos yang diperbaiki bertahap.
- Perbaikan dikerjakan bersama BPS dengan bantuan AI untuk menyelesaikan persoalan desil bansos.
- Digitalisasi bansos ditargetkan diterapkan pada pekan ketiga Oktober 2026, disertai usulan Gerakan Nasional Perlinsos.
Jakarta, IDN Times - Pemerintah masih menghadapi sejumlah persoalan dalam penetapan desil penerima bantuan sosial (bansos). Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN), Luhut Binsar Pandjaitan, mengatakan, persoalan tersebut terus diperbaiki secara bertahap.
Menurut Luhut, kerja sama antar pihak membuat persoalan tentang desil bisa semakin berkurang. Pemerintah juga mulai menggunakan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) untuk membantu proses perbaikan tersebut.
"Masalahnya tentu tidak sesederhana itu, banyak masalah mengenai desil-desil, tapi dengan kerja yang sangat kompak menurut saya, itu bisa teratasi makin lama makin sedikit masalah," kata dia dalam konferensi pers di Kantor DEN, Jakarta, Kamis (10/9/2026).
1. Perbaikan desil dilakukan bertahap

Ilustrasi Pemutahiran DTSEN dan Desil/ IDN Times Dini Suciatiningrum Ketua Komite Percepatan Transformasi Digital Pemerintah itu mengatakan perbaikan desil tidak bisa dilakukan sekaligus. Proses tersebut tengah dikerjakan secara bertahap oleh timnya bersama Badan Pusat Statistik (BPS).
Luhut memastikan, pemerintah sudah mengetahui arah perbaikan yang harus dilakukan. Proses tersebut juga mendapat bantuan dari AI. Dia menilai, AI dapat membantu pemerintah menyelesaikan persoalan dalam perbaikan desil bansos.
"Saya kira ya bertahap. Seperti saya katakan, ini bukan sulap, tapi kita sudah tahu arahnya ke mana dan kita punya partner baru yaitu AI. Jadi AI membantu juga menyelesaikan ini," ujar dia.
2. Digitalisasi bansos ditargetkan mulai diterapkan Oktober

Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan dalam konferensi pers di Kantor DEN, Jakarta, Kamis (10/9/2026). (IDN Times/Trio Hamdani) Luhut mengatakan, Presiden Prabowo Subianto sebelumnya meminta dia selaku Ketua Komite mempercepat proses digitalisasi bansos. Pemerintah kemudian menargetkan penerapan digitalisasi bansos pada pekan ketiga Oktober 2026.
"Kemarin Presiden memberikan arahan kepada saya sebagai Ketua Komite untuk mempercepat prosesnya ini semua dan Presiden, kami tadi sudah rancang pada bulan Oktober minggu ketiga kita akan bisa roll out. Kita berharap pada waktu itu 80 persen ini sudah selesai," ujar dia.
3. Dorong gerakan nasional untuk atasi salah sasaran bansos

ilustrasi pembagian bansos (IDN Times/Aditya Pratama) Luhut berharap, tidak ada persoalan serius saat digitalisasi bansos mulai diterapkan pada Oktober. Pemerintah juga sepakat mengusulkan Gerakan Nasional Perlinsos, termasuk gagasan Peduli Rakyat dan Peduli Tetangga.
Gerakan tersebut diharapkan bisa membantu mengatasi inclusion error dan exclusion error dalam penyaluran bansos. Inclusion error terjadi ketika orang yang tidak berhak justru menerima bantuan, sedangkan exclusion error terjadi ketika orang yang berhak menerima bantuan justru tidak mendapatkannya.
"Presiden kemarin juga kebetulan sudah memberikan instruksi untuk semua mereka punya bank account, karena pada akhirnya nanti kita tidak subsidi produk lagi, tapi subsidi langsung diberikan pada rakyat, ke bank account dari rakyat. Itu arahan Presiden," kata dia.
















