Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
BTN Lahirkan 863 Developer Baru Lewat Program Mini MBA in Property
Logo Bank BTN. (Dok/Istimewa).
  • BTN melalui Program Mini MBA in Property telah melahirkan 863 pengembang baru sejak 2016 hingga 2025, termasuk 71 pengembang dari tiga batch terbaru pada tahun 2025.
  • Program ini bertujuan mencetak pengembang kompeten dengan akses pembiayaan, pembinaan UMKM, dan business matching, sekaligus mendorong terciptanya hunian berkualitas serta lapangan kerja di sektor perumahan.
  • Lulusan program mencatat kerja sama pembiayaan Rp35,3 miliar sepanjang 2025, mendukung strategi BTN untuk membangun ekosistem perumahan terintegrasi melalui pendekatan beyond mortgage.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) terus memperkuat perannya di sektor perumahan dengan mencetak ratusan pengembang baru melalui Program Mini MBA in Property. Sejak diluncurkan pada 2016 hingga 2025, program ini telah melahirkan 863 pengembang baru di seluruh Indonesia.

Pada 2025 saja, BTN berhasil mencetak 71 pengembang baru dari tiga batch program, yakni Batch 23, Batch 24, dan Batch Makassar. Program ini merupakan hasil kolaborasi antara Housing Finance Center (HFC) BTN dan Sekolah Bisnis dan Manajemen Institut Teknologi Bandung.

1. Ciptakan pengembang kompeten dan hadirkan hunian berkualitas

PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) terus memperkuat perannya di sektor perumahan dengan mencetak ratusan pengembang baru melalui Program Mini MBA in Property. (Dok/Istimewa).

Direktur Commercial Banking BTN, Hermita, mengatakan program tersebut dirancang untuk menciptakan pengembang kompeten yang mampu menghadirkan hunian berkualitas dan terjangkau.

“Lulusan Mini MBA in Property tidak hanya mendapatkan ilmu, tetapi juga akses ke kredit konstruksi BTN, pembinaan UMKM di klaster perumahan, hingga business matching dengan pelaku usaha dalam ekosistem perumahan BTN,” ujar Hermita dikutip, Senin (30/3/2026).

2. Setiap Rp1 triliun investasi di sektor perumahan bisa hasilkan 8 ribu lapangan kerja

Kamu sudah mulai berinvestasi (pixabay.com/Nattanan Kanchanaprat)

Menurutnya, sektor properti masih memiliki potensi besar seiring tingginya kebutuhan hunian, terutama di daerah. Dukungan pemerintah melalui berbagai skema pembiayaan dan subsidi juga menjadi katalis pertumbuhan sektor ini.

BTN menilai program tersebut tidak hanya meningkatkan kualitas pengembang, tetapi juga memberikan efek berganda bagi perekonomian. Sektor perumahan dikenal padat karya dan menyerap hingga 90 persen bahan baku lokal.

“Setiap Rp1 triliun investasi di sektor perumahan dapat menciptakan sekitar 8.000 lapangan kerja,” tambah Hermita.

3. Kerja sama pembiayaan dan pendanaan dengan BTN senilai Rp35,3 miliar

Penyaluran rumah subsidi, Selasa (6/5/2025). (IDN Times/Trio Hamdani)

Dari sisi bisnis, kontribusi alumni program juga mulai terlihat. Sepanjang 2025, lulusan Mini MBA in Property mencatatkan kerja sama pembiayaan dan pendanaan dengan BTN senilai Rp35,3 miliar, baik dari sisi funding maupun lending.

Ke depan, BTN akan terus mengembangkan program ini sebagai bagian dari strategi beyond mortgage, yakni memperluas peran dari sekadar pembiayaan menjadi pembangunan ekosistem perumahan terintegrasi. BTN juga membuka pendaftaran Batch 25 yang dijadwalkan dimulai pada 11 April 2026 di Menara 2 BTN, Jakarta.

Editorial Team