Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Bukan AS, Inilah Negara Paling Agresif Mengincar Harta Para Miliarder Dunia
ilustrasi gaya hidup mewah, orang kaya (magnific.com/freepik)
  • Singapura menempati posisi teratas dalam Wealth Mobility Competitiveness Score 2026 berkat kombinasi pajak kompetitif, stabilitas politik tinggi, dan kebijakan bisnis yang mendukung investor global.
  • Negara kecil seperti Siprus, Portugal, dan Monaco mendominasi daftar tujuan kekayaan global karena regulasi jelas, sistem hukum kuat, serta proses administrasi sederhana yang menarik individu beraset besar.
  • Laporan Henley menilai daya tarik negara berdasarkan 12 indikator termasuk pajak, kepastian hukum, dan lingkungan bisnis; sementara Amerika Serikat tertinggal akibat sistem perpajakan kompleks dan polarisasi politik.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Persaingan antarnegara kini bukan lagi sekadar soal menarik investor atau perusahaan multinasional. Banyak negara mulai berlomba-lomba menjadi tujuan utama para miliarder dan individu dengan kekayaan tinggi dari berbagai belahan dunia. Mereka menawarkan berbagai kemudahan, mulai dari pajak yang lebih ramah hingga jalur izin tinggal yang menarik.

Menariknya, Amerika Serikat yang selama ini dikenal sebagai pusat ekonomi dunia justru bukan menjadi negara paling unggul dalam persaingan ini, lho. Berdasarkan laporan terbaru Henley Private Wealth Migration Report 2026, ada satu negara yang berhasil menempati posisi teratas sebagai destinasi paling kompetitif untuk menarik kekayaan global.

1. Singapura berhasil mengungguli Amerika Serikat

ilustrasi Singapura (pexels.com/Patel Poojan)

Singapura menempati posisi pertama dalam Wealth Mobility Competitiveness Score 2026 dengan nilai 79,5. Angka tersebut menempatkannya di atas Selandia Baru yang memperoleh skor 75,8 dan Kepulauan Cayman dengan skor 74,3. Sementara itu, Amerika Serikat hanya berada di kelompok Structural Challenges dengan skor 62,3.

Keberhasilan Singapura bukan terjadi begitu saja. Negara ini dinilai menawarkan kombinasi pajak yang kompetitif, stabilitas politik yang tinggi, serta kebijakan yang sangat mendukung aktivitas bisnis. Faktor-faktor tersebut membuat banyak orang kaya merasa lebih aman ketika memindahkan aset maupun mengembangkan investasinya di Singapura.

2. Negara kecil justru mendominasi daftar teratas

ilustrasi Riga, Latvia, Eropa (pexels.com/Efrem Efre)

Kalau kamu mengira negara dengan ekonomi terbesar pasti mendominasi daftar ini, kenyataannya justru berbeda, lho. Sebanyak 11 dari 16 negara teratas memiliki jumlah penduduk kurang dari 10 juta jiwa. Artinya, ukuran negara ternyata bukan penentu utama dalam menarik kekayaan global.

Beberapa contoh negara yang masuk jajaran atas antara lain Siprus, Portugal, Bermuda, Uruguay, Latvia, hingga Monaco. Selama bertahun-tahun, negara-negara tersebut membangun ekosistem yang ramah bagi investor melalui regulasi yang jelas, sistem hukum yang kuat, serta proses administrasi yang relatif sederhana. Strategi inilah yang membuat mereka mampu bersaing dengan negara-negara yang jauh lebih besar.

3. Bukan cuma pajak, ada banyak faktor yang dinilai

ilustrasi Singapore Changi Airport (commons.wikimedia.org/Matteo Morando)

Menarik orang kaya dunia ternyata bukan sekadar menawarkan tarif pajak rendah. Dalam penilaian Henley Private Wealth Migration Report 2026, setiap negara dievaluasi menggunakan 12 indikator yang mencakup kebijakan pajak, kualitas regulasi, jalur izin tinggal bagi investor, kepastian hukum, hingga lingkungan bisnis secara keseluruhan. Hal itu menunjukkan bahwa negara yang mampu menghadirkan kepastian dan kemudahan bagi investor memiliki peluang lebih besar menjadi tujuan perpindahan kekayaan global.

Semua aspek tersebut menjadi pertimbangan penting bagi individu dengan kekayaan tinggi sebelum memindahkan aset atau tempat tinggalnya. Mereka umumnya mencari negara yang mampu memberikan kepastian jangka panjang sehingga investasi bisa berkembang dengan risiko yang lebih rendah. Itulah sebabnya negara dengan birokrasi efisien dan kondisi politik stabil sering memperoleh nilai lebih tinggi.

4. Amerika Serikat justru tertinggal dalam persaingan

ilustrasi New York City, USA, Amerika Serikat (pexels.com/Maxime LEVREL)

Meski memiliki ekonomi terbesar di dunia, Amerika Serikat menghadapi sejumlah tantangan yang membuat posisinya kurang kompetitif. Salah satu faktor yang paling berpengaruh adalah sistem perpajakan berbasis kewarganegaraan. Sistem ini membuat warga negara AS tetap dikenai pajak atas pendapatan global mereka, meskipun tinggal di luar negeri.

Selain itu, kompleksitas aturan perpajakan, proses administrasi investor yang lebih panjang, serta meningkatnya polarisasi politik ikut memengaruhi daya tarik negara tersebut. Dibandingkan Amerika Serikat, banyak negara yang berada di peringkat atas justru menawarkan sistem pajak yang lebih sederhana dan proses investasi yang lebih praktis. Kondisi tersebut menjadi nilai tambah bagi orang-orang kaya yang memiliki mobilitas tinggi.

5. Negara berlomba menarik kekayaan karena dampaknya sangat besar

ilustrasi yacht di Monako (pexels.com/Raouf Meftah)

Persaingan menarik orang kaya dunia sebenarnya memiliki tujuan ekonomi yang jelas. Individu dengan kekayaan tinggi biasanya gak hanya membawa uang, tapi juga perusahaan, investasi baru, jaringan bisnis internasional, hingga kegiatan filantropi yang dapat memberikan manfaat bagi perekonomian suatu negara. Semakin besar aset yang mereka bawa, semakin besar pula potensi terciptanya lapangan kerja, pertumbuhan bisnis lokal, dan peningkatan penerimaan ekonomi di negara tujuan.

Pada 2025 saja, hampir satu juta orang di dunia resmi menjadi jutawan baru. Jumlah tersebut menunjukkan bahwa kelompok masyarakat dengan aset besar terus bertambah setiap tahun. Karena itulah banyak negara berusaha menciptakan lingkungan yang menarik agar sebagian dari kekayaan global tersebut berpindah ke wilayah mereka. Bagi negara dengan populasi kecil, kedatangan sejumlah kecil investor kaya saja sudah bisa memberikan dampak ekonomi yang sangat besar.

Persaingan memperebutkan kekayaan global kini menjadi strategi baru yang dijalankan banyak negara. Laporan terbaru menunjukkan bahwa Singapura berhasil menjadi negara paling kompetitif dalam menarik orang-orang kaya dunia berkat kombinasi stabilitas, kebijakan bisnis yang ramah, serta sistem perpajakan yang menarik.

Sebaliknya, Amerika Serikat justru menghadapi sejumlah tantangan yang membuat daya saingnya menurun dalam kategori ini. Melihat tren tersebut, bukan gak mungkin semakin banyak negara akan terus memperbaiki kebijakan mereka demi menarik investasi dan kekayaan dari para individu beraset besar di masa mendatang.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article