Viral Omzet Koperasi Merah Putih Melawai Minim, Menkop: Kita Memaklumi

- Menkop Ferry Juliantono menegaskan kasus Koperasi Merah Putih Melawai tidak mewakili seluruh koperasi, karena dibentuk secara mandiri oleh warga kelurahan.
- Kemenkop sedang menyusun model bisnis dan studi kelayakan untuk koperasi di wilayah perkotaan agar sesuai karakter ekonomi kota besar.
- Pemerintah juga menyiapkan prototipe Koperasi Kelurahan Merah Putih sebagai contoh pengembangan koperasi di kota, dengan lokasi percontohan masih dalam tahap penentuan.
Jakarta, IDN Times - Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono buka suara soal viralnya Koperasi Kelurahan Merah Putih di Melawai, Jakarta Selatan, yang disebut baru mencatat keuntungan puluhan ribu rupiah.
Menurut dia, kondisi koperasi tersebut tidak bisa dijadikan gambaran seluruh Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP). Sebab, koperasi di Melawai merupakan inisiatif yang dibentuk secara mandiri.
"Iya, itu koperasinya mesti dijelasin, itu jangan satu kejadian ya, yang dibahas nih yang viral sih. Jadi sebenarnya yang itu kita memaklumi bahwa yang di Melawai itu adalah koperasi kelurahan yang mereka inisiatif sendiri gitu," katanya di Gedung DPR RI, Jakarta, Rabu (15/7/2025).
1. Koperasi Kelurahan Merah Putih di kota besar akan dibuatkan model bisnis

Ferry menjelaskan, Kementerian Koperasi (Kemenkop) masih menyusun model bisnis dan studi kelayakan atau feasibility study untuk Koperasi Kelurahan Merah Putih, khususnya yang berada di wilayah perkotaan.
Penyusunan tersebut dilakukan agar koperasi di kawasan kota memiliki pola usaha yang sesuai dengan karakter wilayahnya. Kasus Koperasi Kelurahan Merah Putih Melawai, kata dia, akan menjadi salah satu yang dibenahi pemerintah.
"Pokoknya yang di Melawai yang ini nih kita beresin dan kita akan bikin model bisnis dan feasibility study untuk kelurahan-kelurahan yang khusus, khas untuk kota-kota besar," ujar dia.
2. Fokus pemerintah saat ini masih pada koperasi di desa

Dia menyebut, kajian model bisnis yang dilakukan pemerintah saat ini lebih banyak diarahkan untuk koperasi desa. Hal itu sejalan dengan fokus pemerintah dalam pembangunan fisik Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih.
"Karena memang kita konsentrasi terhadap proses pembangunan fisik yang ada di desa dan kelurahan. Jadi nanti untuk kelurahan-kelurahan yang ada di kota-kota besar nanti kita akan sebentar lagi kita," paparnya.
3. Pemerintah siapkan prototipe Koperasi Kelurahan Merah Putih

Selain model bisnis, Kementerian Koperasi juga akan menyiapkan prototipe Koperasi Kelurahan Merah Putih sebagai contoh pengembangan koperasi di wilayah perkotaan.
Dia belum menyebut secara pasti lokasi prototipe tersebut. Namun, dia menyampaikan pemerintah masih mencari sejumlah daerah yang akan dijadikan lokasi percontohan, termasuk di kota seperti Surabaya.
"Ada di berapa ya, kota di Surabaya atau mana nanti kita ini deh," kata Ferry.





















