Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Biodiesel B50 Butuh Rp32,3 Triliun, BPDP Pastikan Anggaran Masih Aman

Biodiesel B50 Butuh Rp32,3 Triliun, BPDP Pastikan Anggaran Masih Aman
Konferensi Pers BPDPKS di Kementerian Keuangan (IDN Times/Triyan).
Intinya Sih
  • BPDP memastikan dana Rp32,3 triliun cukup untuk program biodiesel B50 serta tetap menjaga pendanaan PSR, sarpras, riset, dan pengembangan SDM.
  • Belum ada rencana menaikkan pungutan ekspor sawit karena dana BPDP dinilai masih memadai hingga akhir tahun.
  • Pemerintah menetapkan harga khusus solar nonsubsidi Rp15 ribu per liter bagi nelayan, dengan pendanaan berasal dari BPDP tanpa memakai APBN.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Jakarta, IDN Times - Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) memastikan dana yang dikelolanya masih mencukupi untuk membiayai berbagai program berbasis sawit, termasuk implementasi biodiesel B50 dan pemberian harga khusus solar nonsubsidi bagi nelayan.

Direktur Penyaluran Dana Sektor Hilir BPDP Mohammad Alfansyah mengatakan, kebutuhan pendanaan program biodiesel pada tahun ini diperkirakan mencapai sekitar Rp32,3 triliun. Meski begitu, ia memastikan anggaran untuk program lain, seperti Peremajaan Sawit Rakyat (PSR), sarana dan prasarana (sarpras), riset, serta pengembangan sumber daya manusia (SDM), tetap aman.

Adapun, pemerintah menetapkan harga khusus BBM solar tersebut sebesar Rp15 ribu untuk kapal nelayan berukuran 30-120 Gross Tonnage (GT).

"Kan sudah saya sampaikan tadi, PSR, sarpras, riset, SDM, tidak boleh tidak ada dananya," ujar Alfansyah saat ditemui di Jakata, Rabu (15/7/2026).

1. Lagi bahas rencana pemberian harga khusus solar nonsubsidi

Biodiesel B50 Butuh Rp32,3 Triliun, BPDP Pastikan Anggaran Masih Aman
Pasokan BBM di NTB dipastikan aman jelang Idul Adha 2025. (dok. Istimewa)

Selain program B50, BPDP juga tengah membahas dukungan pendanaan untuk pemberian harga khusus solar nonsubsidi bagi nelayan. Program tersebut mencakup alokasi 400 ribu kiloliter (KL) dengan kebutuhan anggaran diperkirakan kurang dari Rp1,5 triliun.

"Ya BPDP siap support lah," katanya.

2. Belum ada rencana naikkan pungutan ekspor sawit

Potret Perkebunan Sawit (idntimes/silviana)
Potret Perkebunan Sawit (idntimes/silviana)

Alfansyah juga memastikan belum ada rencana menaikkan pungutan ekspor (PE) sawit untuk menambah dana BPDP. Menurut dia, dana yang tersedia masih memadai untuk memenuhi kebutuhan pendanaan hingga akhir tahun.

"Insyaallah cukup, tahun ini cukup," ucapnya.

3. Nelayan bakal peroleh harga solar khusus

Suasana SPBU di Waingapu usai sidak Pertamina bersama Pemda dan Polres Sumba Timur. (Dok. Pertamina)
Suasana SPBU di Waingapu usai sidak Pertamina bersama Pemda dan Polres Sumba Timur. (Dok. Pertamina)

Sebelumnya, pemerintah mengumumkan nelayan akan memperoleh solar nonsubsidi dengan harga khusus Rp15 ribu per liter. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, harga tersebut lebih rendah sekitar Rp3.600 per liter dibandingkan harga pasar yang saat ini diperkirakan mencapai Rp18.600 per liter.

Nantinya, program tersebut tidak akan menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), melainkan dibiayai melalui dana yang dikelola BPDP.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More