Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Vietnam Kian Menarik, Win&Co Tancap Gas Akuisisi Momogi Group

Vietnam Kian Menarik, Win&Co Tancap Gas Akuisisi Momogi Group
PT Wahana Interfood Nusantara Tbk (COCO) atau Win&Co Group memperkuat strategi ekspansi regional dengan menjadikan Vietnam sebagai fokus pengembangan bisnis. (Dok/Istimewa).
Intinya Sih
  • Win&Co Group menandatangani perjanjian akuisisi 99,99% saham Momogi Group yang mencakup Bibica Corporation untuk memperluas ekspansi bisnisnya di pasar Vietnam.
  • Akuisisi ini membuka akses ke lebih dari 387 juta konsumen di Indonesia dan Vietnam, serta memperkuat transformasi Win&Co menjadi platform FMCG terintegrasi dari hulu hingga hilir.
  • Vietnam menarik bagi investor global berkat pertumbuhan ekonomi tinggi, biaya tenaga kerja kompetitif, dan potensi pasar makanan ringan serta confectionery yang terus meningkat hingga 2030.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Jakarta, IDN Times - PT Wahana Interfood Nusantara Tbk (COCO) atau Win&Co Group memperluas langkah ekspansinya ke Asia Tenggara melalui rencana akuisisi Momogi Group, yang di dalamnya terdapat Bibica Corporation, salah satu produsen confectionery terbesar di Vietnam.

Rencana akuisisi tersebut telah diumumkan melalui keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI). Pada 6 Mei 2026, perseroan menandatangani Conditional Share Purchase Agreement (CSPA) untuk mengakuisisi 99,99 persen saham Momogi Group. Transaksi akan efektif setelah seluruh persyaratan pendahuluan (conditions precedent) terpenuhi.

1. Alasan memilih Vietnam

Vietnam Kian Menarik, Win&Co Tancap Gas Akuisisi Momogi Group
PT Wahana Interfood Nusantara Tbk (COCO) atau Win&Co Group memperkuat strategi ekspansi regional dengan menjadikan Vietnam sebagai fokus pengembangan bisnis. (Dok/Istimewa).

Direktur Utama Wahana Interfood Nusantara Sugianto Soenario mengatakan, Vietnam adalah salah satu pasar dengan pertumbuhan paling menjanjikan di Asia Tenggara, dan arah pergerakan modal global ke sana bukanlah suatu kebetulan.

"Kami memilih untuk hadir lebih awal, namun dengan cara yang efisien bukan membangun dari nol, melainkan melalui Bibica yang telah memiliki merek yang kuat, jaringan distribusi luas, dan kapasitas manufaktur yang mapan. Bagi perseroan, ini bukan sekadar ekspor, melainkan langkah untuk menautkan masa depan perseroan pada salah satu kurva pertumbuhan paling menjanjikan di Asia Tenggara,” ujar Sugianto dalam keterangannya, Rabu (15/7/2026).

Ke depannya, Win&Co Group tengah menjajaki proses registrasi portofolio produk untuk dapat memasuki pasar Vietnam, serta akan terus mengoptimalkan sinergi produk, efisiensi operasional, dan integrasi jaringan distribusi di dalam grup untuk memperkuat posisinya sebagai perusahaan FMCG Indonesia dengan platform bisnis regional yang semakin kokoh, hadir di tempat yang tepat, pada saat yang tepat, di salah satu pasar dengan pertumbuhan tercepat di Asia.

2. Segmen sugar confectionery Vietnam diperkirakan bakal tumbuh

Vietnam Kian Menarik, Win&Co Tancap Gas Akuisisi Momogi Group
Win&Co Group (COCO) Perluas Akses Pasar Indonesia dan Vietnam melalui Akuisisi Momogi Group. (Dok/Istimewa).

Bagi Win&Co Group, kehadiran di Vietnam menandai babak baru dalam transformasi perseroan. Berdasarkan proyeksi lembaga riset pasar pihak ketiga, segmen sugar confectionery Vietnam diperkirakan tumbuh menjadi 0,6 miliar dolar AS pada 2030, sementara pasar makanan ringan secara keseluruhan diproyeksikan mencapai 3 miliar dolar AS pada periode yang sama.

Sebagaimana disampaikan perseroan dalam keterbukaan informasi, akuisisi ini memberikan akses hingga sekitar 287 juta konsumen di Indonesia dan 100 juta konsumen di Vietnam.

"Melalui rencana akuisisi Momogi Group beserta Bibica di dalamnya, Win&Co Group bergerak dari produsen bahan baku kakao domestik menuju platform FMCG terintegrasi dari hulu hingga hilir dengan portofolio yang mencakup bahan baku kakao, confectionery, dan makanan ringan bermerek serta jangkauan yang membentang dari Indonesia hingga Vietnam sebagai dua pasar konsumen terbesar di kawasan," tuturnya.

3. Vietnam jadi incaran investor global

IMG-20251224-WA0007.jpg
Produsen makanan ringan Sari Murni Group resmi bertransformasi menjadi Momogi Group. (Dok/Istimewa).

Direktur Utama Bibica Corporation Hoang Quoc Nguyen mengatakan, iklim investasi di Asia Tenggara telah berubah dalam beberapa tahun terakhir, dan Vietnam menjadi salah satu tujuan utama gelombang ekspansi global. Ekonomi Vietnam tumbuh sekitar 8 persen pada 2025, salah satu yang tertinggi di Asia Tenggara, dengan Produk Domestik Bruto (PDB) yang menembus lebih dari 500 miliar dolar AS.

Didukung lokasi geografis strategis di jantung Asia Tenggara dengan akses ke sekitar 600 juta konsumen, Vietnam menawarkan kombinasi daya tarik yang sulit ditandingi. Daya tarik Vietnam juga bertumpu pada populasi lebih dari 100 juta jiwa.

Dengan biaya tenaga kerja yang secara umum sekitar 50 persen lebih rendah dibandingkan China, Vietnam menjadi salah satu basis produksi yang kompetitif di Asia Tenggara. Pendapatan per kapita yang kini mendekati 5.000 dolar AS, serta terus berkembangnya kelas menengah turut mendorong konsumsi domestik, termasuk pada kategori makanan ringan dan confectionery.

Berdasarkan data Statista yang menjadi rujukan perseroan, pasar makanan ringan Asia Tenggara diproyeksikan tumbuh dengan laju pertumbuhan majemuk (CAGR) sekitar 6–8 persem hingga 2030. Sejalan dengan itu, berdasarkan data riset pasar pihak ketiga, segmen sugar confectionery Vietnam diperkirakan tumbuh dari 0,4 miliar dolar AS pada 2024 menjadi 0,6 miliar dolar AS pada 2030, sementara pasar makanan ringan Vietnam secara keseluruhan diproyeksikan meningkat dari 2,42 miliar dolar AS pada 2025 menjadi 3,01 miliar dolar AS pada 2030.

“Kami menyambut kolaborasi ini dengan penuh optimisme. Kombinasi antara kekuatan produk Win&Co Group dan Momogi Group dengan portofolio Bibica serta jaringan distribusi kami di Vietnam akan membuka peluang untuk menghadirkan pilihan produk yang lebih beragam bagi konsumen, sekaligus memperkuat posisi bersama di pasar confectionery kawasan,” ujar Nguyen.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More