Rupiah Berhasil Menguat terhadap Dolar saat Konflik Iran-AS Memanas

- Rupiah ditutup menguat 23 poin atau 0,13 persen ke Rp18.068 per dolar AS pada penutupan perdagangan Rabu (15/7/2026).
- Penguatan rupiah terjadi meski konflik Iran-AS memanas, dengan aksi blokade dan serangan balasan yang meningkatkan ketegangan global.
- Analis memperkirakan rupiah berpotensi kembali melemah pada Kamis (16/7), bergerak fluktuatif di kisaran Rp18.060–Rp18.110 per dolar AS.
Jakarta, IDN Times - Nilai tukar atau kurs rupiah menguat pada penutupan perdagangan sore ini, Rabu (15/7/2026).
Mengutip Bloomberg, kurs rupiah ditutup menguat 23 poin atau 0,13 persen ke Rp18.068 per dolar AS sore ini. Pagi tadi, rupiah dibuka menguat 30 poin atau 0,17 ke level Rp18.061 per dolar AS.
1. Nilai tukar rupiah berdasarkan kurs tengah BI
Berdasarkan Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia (BI), nilai tukar rupiah menyentuh Rp18.064 per dolar AS.
Angka tersebut lebih rendah dibandingkan kurs rupiah pada penutupan perdagangan kemarin, Selasa (14/7/2026). Data JISDOR BI menunjukkan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS mengalami penguatan sore ini dibandingkan kemarin.
2. Rupiah berhasil menguat meski konflik Iran-AS memanas
Analis pasar keuangan, Ibrahim Assuaibi, melihat mata uang Garuda berhasil menguat tipis di tengah konflik antara Iran-AS yang terus memanas.
Meski begitu, penguatan rupiah masih terbatas dan masih bergerak di level Rp18 ribu-an.
“Presiden Donald Trump memberlakukan kembali blokade angkatan laut terhadap semua pelabuhan Iran dan Iran melancarkan serangan balasan terhadap infrastruktur AS di kawasan tersebut,” kata Ibrahim dalam keterangan resmi.
3. Rupiah diprediksi melemah lagi besok
Atas faktor-faktor tersebut, Ibrahim melihat kurs rupiah berpeluang kembali melemah terhadap dolar AS pada perdagangan besok, Kamis (16/7).
“Sedangkan untuk perdagangan besok, mata uang rupiah fluktuatif, namun ditutup melemah di rentang Rp18.060- Rp18.110,” kata Ibrahim.


















