Penyaluran beras untuk korban bencana gempa Nusa Tenggara Timur (NTT). (dok. Bulog)
Rizal mengatakan, kesiagaan stok tersebut ditujukan untuk memenuhi kebutuhan pangan masyarakat terdampak bencana sekaligus mengantisipasi kemungkinan terjadinya bencana susulan atau perpanjangan masa tanggap darurat.
Bulog mencatat kebutuhan beras untuk penanganan bencana alam di NTT diperkirakan mencapai 1.890 ton dengan asumsi sebanyak 150.576 korban jiwa membutuhkan dukungan pangan selama 14 hari masa tanggap darurat.
Untuk mengantisipasi kemungkinan perpanjangan masa tanggap darurat sebanyak 10 kali, Bulog menyiapkan tambahan kebutuhan hingga 18.900 ton.
Selain itu, Bulog juga memperhitungkan kebutuhan untuk mendukung bantuan pangan alokasi tiga bulan bagi sebanyak 852.631 penerima bantuan pangan PBP. Dengan alokasi 10 kilogram per PBP per bulan, kebutuhan untuk 3 bulan mencapai sekitar 25.578 ton.
Dengan memperhitungkan kebutuhan penanganan bencana sebesar 1.890 ton, antisipasi tambahan masa tanggap darurat sebesar 18.900 ton, serta dukungan bantuan pangan 3 bulan sebesar 25.578 ton, total kebutuhan beras yang diproyeksikan mencapai 46.368 ton.
Dengan stok yang disiagakan sebesar 93.782 ton, Bulog memiliki ruang ketersediaan sekitar 47.414 ton setelah memperhitungkan seluruh kebutuhan tersebut. Hal ini menunjukkan kesiapan stok yang memadai untuk mendukung ketahanan pangan masyarakat NTT dalam menghadapi kondisi darurat.