Kantor pusat Kementerian BUMN. (IDN Times/VadhiaLidyana)
Meski laporan konsolidasi masih diaudit, Danantara memaparkan sejumlah indikator positif dari kinerja BUMN sepanjang tahun 2025. Berbagai perusahaan pelat merah mencatatkan pertumbuhan laba yang signifikan, bahkan beberapa di antaranya berhasil membalikkan kondisi dari merugi menjadi mencetak keuntungan bersih setelah melewati fase transformasi bisnis dan restrukturisasi di bawah Danantara Asset Management (DAM).
Di sektor energi dan pangan, Pertamina membukukan laba Rp24,9 triliun hingga April 2026 (naik 80 persen), sementara Pupuk Indonesia melonjak 202 persen dengan laba Rp4,8 triliun. Sektor perbankan juga tetap solid, di mana Bank Mandiri meraih laba Rp21,3 triliun (naik 13 persen), BRI sebesar Rp21,2 triliun (naik 15 persen), dan BNI Rp7,2 triliun (tumbuh 6 persen).
Pembalikan kinerja paling kontras terlihat pada Krakatau Steel yang sukses mencetak laba Rp635 miliar dari yang sebelumnya rugi Rp981 miliar, Kimia Farma mengantongi laba Rp108 miliar setelah sebelumnya rugi Rp160 miliar, serta Semen Indonesia yang meraup laba Rp106 miliar dari posisi rugi Rp66 milar.
Rohan menegaskan bahwa pertumbuhan ini merupakan dampak positif dari integrasi BUMN ke dalam ekosistem Danantara.
"Masih terdapat berbagai BUMN lain yang juga mencatatkan perkembangan kinerja positif dan terus menjadi bagian dari agenda transformasi berkelanjutan Danantara Indonesia," tuturnya.