Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
BUMN Sudah Setorkan Kinerja Keuangan, Kapan Lapkeu Danantara Rilis?
Wisma Danantara Indonesia (IDN Times/Vadhia Lidyana)
  • Danantara Indonesia tengah menyelesaikan laporan keuangan konsolidasian 2025 yang masih diaudit sesuai regulasi, dengan menekankan transparansi dan kepatuhan hukum sebagai prioritas utama.
  • Transformasi bisnis di bawah Danantara mendorong lonjakan laba BUMN, termasuk pembalikan dari rugi menjadi untung pada Krakatau Steel, Kimia Farma, dan Semen Indonesia sepanjang tahun 2025.
  • Dividen BUMN mulai dialokasikan untuk mendanai proyek strategis nasional seperti ekosistem haji-umrah di Mekah dan proyek waste-to-energy, dengan pengawasan ketat demi akuntabilitas investasi.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times – Seluruh Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang berada di bawah naungan Danantara Indonesia telah merampungkan laporan keuangan untuk tahun buku 2025.

Dengan selesainya laporan dari masing-masing entitas tersebut, Danantara memulai proses penyusunan laporan keuangan konsolidasian.

1. Laporan konsolidasi Danantara masih dalam proses audit sesuai regulasi

Wisma Danantara Indonesia (IDN Times/Vadhia Lidyana)

Manajemen Danantara Indonesia memastikan bahwa proses penyusunan laporan keuangan konsolidasian 2025 terus berjalan. Langkah itu dilakukan dengan mengikuti prosedur dan tahapan audit yang ketat sesuai dengan regulasi yang berlaku.

Managing Director Stakeholders Management and Communications Danantara Indonesia, Rohan Hafas mengatakan transparansi dan kepatuhan terhadap undang-undang menjadi prioritas utama dalam merampungkan laporan tersebut.

"Laporan Keuangan Konsolidasian 2025 Danantara Indonesia masih berada dalam proses penyelesaian sesuai tahapan audit yang berlaku dan akan disampaikan setelah seluruh proses audit selesai sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan," ujar Rohan dalam keterangan resmi, Kamis (2/7/2026).

2. Transformasi bisnis dongkrak laba BUMN dan balikkan kondisi rugi

Kantor pusat Kementerian BUMN. (IDN Times/VadhiaLidyana)

Meski laporan konsolidasi masih diaudit, Danantara memaparkan sejumlah indikator positif dari kinerja BUMN sepanjang tahun 2025. Berbagai perusahaan pelat merah mencatatkan pertumbuhan laba yang signifikan, bahkan beberapa di antaranya berhasil membalikkan kondisi dari merugi menjadi mencetak keuntungan bersih setelah melewati fase transformasi bisnis dan restrukturisasi di bawah Danantara Asset Management (DAM).

Di sektor energi dan pangan, Pertamina membukukan laba Rp24,9 triliun hingga April 2026 (naik 80 persen), sementara Pupuk Indonesia melonjak 202 persen dengan laba Rp4,8 triliun. Sektor perbankan juga tetap solid, di mana Bank Mandiri meraih laba Rp21,3 triliun (naik 13 persen), BRI sebesar Rp21,2 triliun (naik 15 persen), dan BNI Rp7,2 triliun (tumbuh 6 persen).

Pembalikan kinerja paling kontras terlihat pada Krakatau Steel yang sukses mencetak laba Rp635 miliar dari yang sebelumnya rugi Rp981 miliar, Kimia Farma mengantongi laba Rp108 miliar setelah sebelumnya rugi Rp160 miliar, serta Semen Indonesia yang meraup laba Rp106 miliar dari posisi rugi Rp66 milar.

Rohan menegaskan bahwa pertumbuhan ini merupakan dampak positif dari integrasi BUMN ke dalam ekosistem Danantara.

"Masih terdapat berbagai BUMN lain yang juga mencatatkan perkembangan kinerja positif dan terus menjadi bagian dari agenda transformasi berkelanjutan Danantara Indonesia," tuturnya.

3. Dividen BUMN mulai mengalir untuk pendanaan proyek strategis nasional

Novotel Makkah, Arab Saudi yang diakuisisi oleh Badan Pengelola Investasi (BPI) Daya Anagata Nusantara (Danantara). (dok. Danantara)

Selain mengelola kinerja keuangan, Danantara Indonesia juga telah mulai merealisasikan mandat investasinya. Pendanaan untuk sejumlah proyek strategis ini bersumber dari dividen yang disetorkan oleh BUMN di bawah kelolaannya sepanjang tahun 2025.

Alokasi dividen tersebut diarahkan pada proyek-proyek yang memiliki nilai strategis nasional tinggi dan mampu memberikan dampak ekonomi jangka panjang. Beberapa proyek yang sudah berjalan di antaranya adalah pengembangan ekosistem haji dan umrah Indonesia di Mekah untuk mendongkrak kualitas pelayanan jemaah, serta proyek waste-to-energy (WTE) untuk mendukung pengelolaan sampah berkelanjutan sekaligus mendorong transisi ekonomi hijau.

Pihak manajemen memastikan seluruh aktivitas investasi ini dipantau secara ketat agar tetap akuntabel.

"Seluruh investasi tersebut dijalankan dengan mengedepankan prinsip tata kelola yang baik, disiplin investasi, pengelolaan risiko yang prudent, serta berorientasi pada penciptaan nilai jangka panjang bagi negara dan masyarakat," ucap Rohan.

Curated For You

Topics

Editorial Team

Related Article