Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Cadangan Devisa Naik, Rupiah Melemah Terbatas Hari Ini

ilustrasi rupiah melemah (IDN TImes/Aditya Pratama)
ilustrasi rupiah melemah (IDN TImes/Aditya Pratama)
Intinya sih...
  • Rupiah melemah 18 poin atau 0,11 persen terhadap dolar AS
  • Penguatan dolar AS dipicu rilis ISM Services yang lebih kuat dari perkiraan
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Nilai tukar atau kurs rupiah melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada penutupan perdagangan Kamis (8/1/2026). Rupiah ditutup di level Rp16.798 per dolar AS.

Berdasarkan data Bloomberg, rupiah melemah 18 poin atau 0,11 persen dibandingkan penutupan sebelumnya di Rp16.780 per dolar AS. Hari ini, rupiah dibuka di Rp16.784 per dolar AS dan bergerak di rentang Rp16.780-Rp16.804 per dolar AS.

1. Data jasa AS angkat dolar

Pengamat Pasar Uang, Lukman Leong, menilai, rupiah masih berada di bawah tekanan seiring penguatan dolar AS. Menurut dia, penguatan dolar dipicu rilis ISM Services, yakni indikator aktivitas sektor jasa di AS yang menunjukkan hasil lebih kuat dari perkiraan.

"Tertekan oleh dolar AS yang kembali menguat oleh data ISM service yang lebih kuat dari perkiraan," kata dia.

Meski demikian, Lukman mengatakan pelemahan rupiah tidak terlalu dalam. Investor menyoroti rilis data cadangan devisa (cadev) Indonesia yang dirilis oleh Bank Indonesia (BI) hari ini.

2. Pergerakan rupiah 52 minggu terakhir

Dalam 52 minggu terakhir, dolar AS diperdagangkan di kisaran Rp16.079-Rp17.224 per dolar AS. Sementara itu, sejak awal tahun atau secara year to date (ytd), dolar AS tercatat menguat 0,71 persen terhadap rupiah.

3. Cadangan devisa Indonesia naik pada akhir 2025

Bank Indonesia mencatat posisi cadangan devisa Indonesia pada akhir Desember 2025 sebesar 156,5 miliar dolar AS, meningkat dibandingkan akhir November 2025 yang sebesar 150,1 miliar dolar AS.

Kenaikan cadangan devisa tersebut terutama ditopang oleh penerimaan pajak dan jasa, penerbitan sukuk global pemerintah, serta penarikan pinjaman pemerintah.

BI menyampaikan, cadangan devisa pada akhir Desember 2025 setara dengan pembiayaan 6,4 bulan impor, atau 6,3 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah. Posisi tersebut berada di atas standar kecukupan internasional yang umumnya sekitar 3 bulan impor.

Dengan posisi tersebut, BI menilai cadangan devisa saat ini cukup kuat untuk mendukung ketahanan sektor eksternal, sekaligus membantu menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan nasional.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Deti Mega Purnamasari
EditorDeti Mega Purnamasari
Follow Us

Latest in Business

See More

xAI Milik Elon Musk Raih Pendanaan Rp336 Triliun dari Investor Global

09 Jan 2026, 12:43 WIBBusiness