Dolar Masih Perkasa, Rupiah Melemah Pagi Ini

- Dolar AS menguat usai data ISM
- Tekanan rupiah diperkirakan terbatas
Jakarta, IDN Times - Nilai tukar atau kurs rupiah melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) saat mengawali perdagangan Kamis (8/1/2026). Rupiah dibuka di level Rp16.784 per dolar AS.
Berdasarkan data Bloomberg hingga pukul 09.10 WIB, rupiah bergerak di level Rp16.798 per dolar AS, melemah 18 poin atau 0,11 persen dari posisi penutupan hari sebelumnya di Rp16.780 per dolar AS.
1. Dolar AS menguat usai data ISM
Pengamat Pasar Uang, Lukman Leong, mengatakan, pelemahan rupiah dipicu oleh penguatan dolar AS di pasar global. Dolar mendapat dorongan setelah rilis data indeks manajer pembelian sektor jasa atau ISM services AS yang lebih kuat dari perkiraan.
"Rupiah diperkirakan masih akan tertekan oleh dolar AS yang kembali menguat oleh data ISM service yang lebih kuat dari perkiraan," kata dia.
ISM services merupakan indikator aktivitas sektor jasa di AS. Data yang lebih baik dari proyeksi mencerminkan ekonomi yang masih solid, sehingga mendorong minat investor terhadap dolar AS.
2. Tekanan rupiah diperkirakan terbatas
Meski demikian, Lukman memperkirakan pelemahan rupiah tidak akan terlalu dalam. Pasar cenderung menahan transaksi sambil menunggu rilis data cadangan devisa (cadev) Indonesia.
"Perlemahan akan terbatas, investor menantikan data cadev Indonesia hari ini," ujar dia.
3. Proyeksi pergerakan rupiah hari ini
Untuk perdagangan hari ini, Lukman memperkirakan rupiah akan bergerak dalam rentang Rp16.700-Rp16.850 per dolar AS. Sepanjang perdagangan pagi ini, rupiah bergerak di rentang Rp16.780-Rp16.798 per dolar AS.
Sementara itu, dalam 52 minggu terakhir, dolar AS diperdagangkan di kisaran Rp16.079-Rp17.224, dengan penguatan year to date (ytd) atau sejak awal tahun sebesar 0,62 persen.



















