Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Purbaya Minta Blok Masela Bisa Produksi Gas Mulai 2029

Purbaya Minta Blok Masela Bisa Produksi Gas Mulai 2029
Sidang debottlenecking di Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Jakarta, Selasa (24/2/2026). (IDN Times/Trio Hamdani)
Intinya Sih
  • Purbaya Yudhi Sadewa meminta percepatan operasional Proyek LNG Abadi Blok Masela agar bisa mulai produksi gas pada 2029, lebih cepat dari target investor tahun 2030–2031.
  • Pemerintah berkomitmen menghapus hambatan birokrasi dan mempercepat proses groundbreaking di Maluku untuk memastikan proyek strategis ini segera berjalan tanpa kendala administratif.
  • Purbaya menegaskan dukungan penuh terhadap investasi senilai sekitar 20 miliar dolar AS dan mengingatkan pentingnya percepatan agar beban biaya investor tidak terus meningkat.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, IDN Times - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa meminta percepatan operasional Proyek LNG Abadi Blok Masela agar bisa berproduksi lebih awal dari target investor, yakni konsorsium Inpex Corporation, Pertamina Hulu Energi dan Petronas.

Inpex memproyeksikan gas baru mulai mengalir pada 2030 atau 2031. Sementara itu, Purbaya meminta proyek tersebut mulai beroperasi pada 2029. Jadi, hasil produksi gas sudah bisa dirasakan dalam waktu dekat melalui percepatan.

"Mereka bilang kan 2030-2031 baru online (onstream). Saya sih kalau bisa 2029, sebelum 2029 sudah, sudah kelihatan lah bangunannya, atau sudah hampir online. Jadi gasnya udah berproduksi," katanya dalam sidang debottlenecking di Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Jakarta, Selasa (24/2/2026).

1. Purbaya jamin tak ada hambatan birokrasi

20260224_130355.jpg
Sidang debottlenecking di Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Jakarta, Selasa (24/2/2026). (IDN Times/Trio Hamdani)

Mantan Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) itu menegaskan pengawasan ketat akan dilakukan untuk memastikan proses groundbreaking atau peletakan batu pertama proyek di Provinsi Maluku itu bisa segera terlaksana.

Pemerintah berkomitmen memberikan dukungan penuh dengan menghapus segala bentuk kendala birokrasi yang selama ini menghambat jalannya investasi. Purbaya berjanji akan memangkas prosedur yang berbelit.

"Jadi kita akan percepat, semaksimal mungkin. Jadi saya cuman bisa mendukung aja kan. Yang jelas seluruh hambatan di pemerintah, kita akan hilangkan," tuturnya.

2. Purbaya pahami besarnya beban proyek Masela

Ilustrasi hulu migas (Dok. SKK Migas)
Ilustrasi hulu migas (Dok. SKK Migas)

Mengingat skala proyek yang sangat masif, Purbaya menyadari besarnya tanggung jawab dalam mendukung investor. Dia menyebutkan nilai investasi awal diperkirakan mencapai 20 miliar dolar AS dan berpotensi terus meningkat ke depannya.

"Kami akan berupaya agar pekerjaan Anda di sini bisa berjalan secepat mungkin untuk mendukung Anda semaksimal mungkin. Kami memahami ini proyek besar," kata Purbaya.

Dia menyayangkan proyek yang sudah diputuskan berjalan sejak lama itu belum juga rampung, padahal dana sekitar 2 miliar dolar AS telah digelontorkan. Purbaya tidak ingin ketidakpastian berlarut-larut karena hanya akan menambah beban biaya investor.

3. Purbaya pernah ikut menangani bertahun-tahun lalu

IMG-20260206-WA0045.jpg
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. (IDN Times/Triyan).

Purbaya menceritakan pernah terlibat dalam pembahasan proyek tersebut sejak 7-8 tahun lalu. Kala itu, dia menjabat Deputi Bidang Koordinasi Kedaulatan Maritim dan Energi di Kementerian Koordinator Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marves).

"Saya pernah ke Jepang dan berdiskusi dengan CEO Anda di Chiyoda saat itu. Pada waktu itu, kita sudah memutuskan bahwa proyek ini jalan," katanya.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Ilyas Listianto Mujib
EditorIlyas Listianto Mujib
Follow Us

Latest in Business

See More