ilustrasi jaga jarak pandang dengan hp (pexels.com/andrea)
Alat seperti Google Trends bisa menunjukkan apa yang dicari orang saat memasuki Ramadan. Misalnya kata kunci “takjil terdekat”, “menu buka puasa”, atau “parcel Ramadan terbaik”. Ini memberi gambaran awal arah minat konsumen.
Selain itu, pantau hashtag di media sosial seperti #Ramadan2026, #MenuBukaPuasa, atau #ParcelLebaran. Apa yang banyak dibicarakan bisa jadi indikator fokus pasar tahun ini. Social listening ringan seperti ini sering kali lebih cepat memberi insight dibanding analisa rumit.
Membaca peluang usaha Ramadan bukan soal tebak-tebakan, tapi soal observasi tren yang sudah terjadi. Dengan data simpel dari tahun lalu, penjualan, pilihan konsumen, dan feedback. Kamu bisa bikin keputusan yang lebih valid.
Ingat, tren berubah tapi pola kebutuhan sering berulang. Tinggal bagaimana kamu menyesuaikannya dengan konteks tahun ini. Dengan strategi yang tepat, Ramadan bukan hanya jadi bulan berkah tapi juga bulan cuan yang terencana matang. Siap mengeksekusi peluangmu tahun ini?
Mengapa Ramadan dianggap sebagai momen emas untuk berusaha? | Ramadan meningkatkan konsumsi masyarakat, terutama untuk kebutuhan makanan, minuman, fashion, dan perlengkapan ibadah. Pola belanja juga lebih impulsif dan volume transaksi cenderung naik hingga Lebaran. |
Apakah peluang usaha Ramadan cocok untuk pemula? | Ya. Banyak usaha Ramadan bisa dimulai dengan modal kecil, waktu terbatas, dan sistem pre-order, sehingga risikonya relatif rendah untuk pemula. |
Berapa modal minimal untuk memulai usaha Ramadan? | Modal sangat bervariasi. Usaha takjil rumahan bisa dimulai dari ratusan ribu rupiah, sementara usaha hampers atau katering skala kecil biasanya membutuhkan modal jutaan rupiah. |
Jenis usaha apa yang paling laris saat Ramadan? | Usaha yang biasanya paling diminati antara lain:Takjil dan makanan berbukaKatering sahur dan buka puasaKurma, makanan ringan, dan hampersBusana muslim dan perlengkapan ibadahJasa parsel dan bingkisan Lebaran |