Jakarta, IDN Times - Organisasi Negara Pengekspor Minyak (OPEC) merupakan kartel yang beranggotakan deretan produsen minyak terbesar. Pada 2016, mereka membentuk aliansi OPEC+ bersama negara pengekspor non-OPEC utama demi posisi yang lebih kuat.
Dilansir Investopedia, koalisi tersebut bertujuan mengendalikan harga minyak mentah dunia. Pasalnya, OPEC memegang kendali atas sekitar 40 persen pasokan global dan menguasai lebih dari 80 persen cadangan minyak yang sudah terbukti.
Dominasi tersebut memberikan pengaruh besar bagi mereka untuk memengaruhi harga dalam jangka pendek. Namun, efektivitasnya sering kali melemah dalam jangka panjang karena adanya perbedaan kepentingan antarnegara anggota di dalam internal OPEC+.
