CEK FAKTA: Benarkan Otorita IKN Buka Lowongan Kerja?

- Otorita IKN menegaskan tidak ada pembukaan lowongan kerja dan menyebut seluruh informasi rekrutmen yang beredar saat ini sebagai hoaks.
- Masyarakat diimbau waspada terhadap penipuan rekrutmen, terutama jika diminta mentransfer uang atau mengisi data di luar situs resmi www.ikn.go.id.
- OIKN memperingatkan adanya penyalahgunaan atribut resmi seperti logo dan foto pejabat oleh oknum untuk membuat informasi palsu terlihat meyakinkan.
Jakarta, IDN Times - Beredar informasi lowongan kerja mengatasnamakan Otoritas Ibu Kota Nusantara (OIKN). Mengenai kabar tersebut OIKN memberikan peringatan kepada masyarakat bahwa informasi lowongan kerja tersebut palsu.
Melalui akun Instagram resminya, OIKN menyatakan, saat ini tidak ada proses rekrutmen atau pembukaan lowongan pekerjaan dalam bentuk apa pun. Mereka pun meminta publik untuk lebih teliti dalam memverifikasi informasi demi menghindari penipuan.
"Waspada terhadap peredaran informasi lowongan kerja palsu yang mengatasnamakan Otorita IKN. Saat ini, tidak ada proses rekrutmen atau pembukaan lowongan pekerjaan baru dalam bentuk apa pun," demikian pernyataan OIKN, Selasa (14/4/2026).
1. OIKN sebut informasi yang beredar adalah hoaks

Otorita IKN memastikan segala bentuk informasi rekrutmen yang beredar di masyarakat saat ini adalah hoaks. Pihaknya menegaskan kembali, saat ini mereka tidak sedang menyelenggarakan rekrutmen pegawai.
"Segala bentuk informasi rekrutmen berupa poster, pesan siaran (broadcast message), maupun tautan pendaftaran yang beredar di masyarakat saat ini adalah TIDAK BENAR (HOAKS) dan di luar tanggung jawab Otorita IKN," tegas OIKN.
2. Kenali ciri-ciri penipuan rekrutmen IKN

Masyarakat diminta mengabaikan tawaran kerja jika diminta mentransfer uang untuk biaya administrasi, tiket, atau akomodasi, karena rekrutmen resmi dipastikan gratis.
Selain itu, publik diminta waspada jika diminta mengisi data diri melalui formulir daring atau situs web di luar domain resmi mereka di www.ikn.go.id, termasuk jika surat panggilan dikirim melalui WhatsApp atau email pribadi.
3. Ada penyalahgunaan atribut resmi instansi

Otorita IKN mengimbau masyarakat untuk berhati-hati terhadap manipulasi informasi yang dilakukan pihak tidak bertanggung jawab. Para oknum tersebut diketahui kerap menyalahgunakan atribut resmi.
Atribut yang dimaksud seperti lambang atau logo Otorita IKN, foto para pejabat, hingga foto infrastruktur bangunan di kawasan IKN untuk mengelabui publik.
"Seluruh informasi maupun pengumuman yang TIDAK dirilis melalui kanal komunikasi resmi Otorita IKN merupakan INFORMASI PALSU (HOAKS)," tegas Otorita IKN.



















