Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Cawapres nomor urut 2, Gibran Rakabuming Raka saat debat cawapres perdana pada Jumat (22/12/2023). (youtube.com/KPU RI)

Jakarta, IDN Times - Calon Wakil Presiden (Cawapres) nomor urut 2, Gibran Rakabuming Raka, berjanji akan menggenjot hilirisasi. Bukan hanya di sektor tambang tapi diperluas hingga sektor pertanian, perikanan, digital, dan lain-lain.

“Narasi besarnya adalah keberlanjutan kecepatan dan penyempurnaan,” kata Gibran dalam Debat Cawapres di Jakarta Convention Centre, Jumat (22/12/2023).

Berdasarkan data Kementerian Investasi, reealisasi investasi untuk hilirisasi periode Januari – September 2023 adalah sebesar Rp266,0 triliun yang mencakup lima sektor.

  • Hilirisasi sektor mineral senilai Rp151,7 triliun terdiri dari nikel sebesar Rp97,0 triliun, bauksit sebesar Rp7,1 triliun, dan tembaga sebesar Rp47,6 triliun.
  • Hilirisasi sektor pertanian berasal dari industri minyak kelapa sawit dan oleochemical dengan nilai Rp39,5 triliun.
  • Hilirisasi sektor kehutanan berasal dari industri pulp dan kertas senilai Rp34,8 triliun.
  • Hilirisasi sektor minyak dan gas berasal dari industri petrokimia senilai Rp31,6 triliun.
  • Hlirisasi ekosistem kendaraan listrik berasal dari industri pembuatan baterai kendaraan listrik senilai Rp8,4 triliun.

Rincian realisasi investasi bidang hilirisasi di triwulan III mencapai Rp114,6 triliun.

Dengan lima bidang fokus hilirisasi yaitu sektor mineral berupa smelter senilai Rp64,7 triliun yang terdiri dari nikel sebesar Rp41,3 triliun, bauksit sebesar Rp3,6 triliun, dan tembaga sebesar Rp19,8 triliun.

Kemudian hilirisasi sektor kehutanan berasal dari industri pulp dan kertas senilai Rp17,5 triliun; hilirisasi sektor minyak dan gas berasal dari industri petrokimia senilai Rp14,9 triliun.

Selanjutnya, hilirisasi sektor pertanian berasal dari industri minyak kelapa sawit dan oleochemical dengan nilai Rp13,7 triliun; serta hilirisasi ekosistem kendaraan listrik berasal dari industri pembuatan baterai kendaraan listrik senilai Rp3,8 triliun.

Curated For You

Editorial Team

Related Article