KAI Siapkan Rp2 T untuk Revitalisasi Stasiun Gambir dan Kereta di Bali

KAI menyiapkan Rp2 triliun untuk revitalisasi Stasiun Gambir dan pembangunan jalur kereta api di Bali.
Revitalisasi Gambir mencakup kawasan Monas, sementara kereta Bali direncanakan melalui beberapa wilayah hingga Canggu.
Stasiun Gambir nantinya direncanakan tersambung dengan MRT J di koridor barat.
Jakarta, IDN Times - PT Kereta Api Indonesia (KAI) menyiapkan anggaran masing-masing Rp2 triliun untuk revitalisasi kawasan Stasiun Gambir dan pembangunan jalur kereta api di Bali. Untuk di Gambir, nantinya ada sejumlah perbaikan juga di kawasan Monas.
"Barusan selesai dipanggil oleh Presiden membicarakan dua hal, yang pertama adalah percepatan program revitalisasi Stasiun Gambir, di mana nanti di Monas ini akan dibuat satu kawasan yang terintegrasi semua. Jadi Monas-nya, taman Monas-nya direvitalisasi, begitu juga Stasiun Gambir-nya," ujar Direktur Utama PT KAI, Bobby Rasyidin, di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (4/11/2026).
1. Bahas pembangunan kerta api di Bali

Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (Persero), Bobby Rasyidin. (IDN Times/Ilman Nafi'an) Selain itu, pertemuan Bobby dengan Presiden Prabowo juga membahas mengenai pembangunan jalur kereta api di Bali. Kini, pembangunan memasuki fase satu.
"Yang kedua adalah juga kami menyampaikan program pembangunan untuk kereta di Bali. Layanan kereta api di Bali fase satunya adalah dari Ngurah Rai ke utara, ke Kuta, Legian, kemudian Seminyak, dan ujungnya di Canggu. Dua hal itu yang kita bicarakan dengan Bapak Presiden," ujar dia.
2. Proses pembangunan selama dua tahun

Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (Persero), Bobby Rasyidin. (IDN Times/Ilman Nafi'an) Menurutd dia, proses pembangunan jalur kereta api di Bali fase satu berlangsung selama dua tahun.
"Kami sampaikan bahwa untuk revitalisasi Gambir itu ada dua tahapan. Kedua tahapannya itu akan memakan waktu dua tahun dan kereta Bali atau trem Bali itu ada dua tahapan juga. Tahapan pertama fase 1 itu dari Ngurah Rai ke Legian. Kemudian fase 2 itu dari Legian ke Canggu, itu memakan waktu 2 tahun juga," kata dia.
3. MRT bisa tersambung ke Stasiun Gambir

Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (Persero), Bobby Rasyidin. (IDN Times/Ilman Nafi'an) Dia mengatakan, Stasiun Gambir juga nantinya bisa tersambung ke Stasiun MRT sehingga bisa saling terhubung.
"Bisa kami sampaikan juga bahwa nanti antara koridor yang ada di timur yaitu di Stasiun Gambir, kemudian dengan MRT J di koridor baratnya itu akan tersambung," ucap dia.




















