Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

MSCI Tekan IHSG, OJK sebut Masyarakat Tetap Percaya Pasar Modal

2 min read
MSCI Tekan IHSG, OJK sebut Masyarakat Tetap Percaya Pasar Modal
Deputi Komisioner Perizinan dan Pengawas Pengelolaan Investasi Pasar Modal dan Lembaga Efek OJK, Eddy Manindo Harahap dalam pembukaan CMSE 2026, Kamis (5/11/2026). (IDN Times/Vadhia Lidyana)
  • Evaluasi MSCI yang mempertimbangkan perubahan status Indonesia menekan IHSG; indeks terkoreksi 16,7 persen pada akhir Oktober 2026 hingga 5.057,05, bahkan sempat memicu trading halt.

  • OJK menyebut kepercayaan publik tetap kuat, terlihat dari jumlah investor pasar modal yang bertambah 13 juta menjadi 33,36 juta pada 2026, dengan pertumbuhan didominasi generasi muda.

  • Pertumbuhan investor tertinggi terjadi di Aceh, Sumatra Barat, dan NTT; nilai penawaran umum mencapai Rp202,04 triliun, melampaui target Rp200 triliun, dengan 962 perusahaan tercatat.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Evaluasi lembaga penyedia indeks global baik MSCI Inc (sebelumnya Morgan Stanley Capital International), FTSE Russel, dan S&P DJI memberikan tekanan terhadap Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).

Terakhir ialah pengumuman MSCI Inc yang mempertimbangkan untuk mengubah klasifikasi pasar modal Indonesia, dari Emerging Market menjadi Standalone Market pada 16 Oktober 2026 lalu.

Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), pada periode evaluasi MSCI, IHSG mengalami tekanan. Per akhir Oktober 2026, IHSG terkoreksi hingga -16,7 persen secara bulanan, dan ditutup pada level 5.057,05.

Bahkan, saat hari pengumuman, perdagangan bursa sempat dihentikan sementara alias trading haltakibat IHSG terkoreksi lebih dari 8 persen.

Meski begitu, menurut Deputi Komisioner Perizinan dan Pengawas Pengelolaan Investasi Pasar Modal dan Lembaga Efek OJK, Eddy Manindo ada fakta membanggakan di balik tekanan itu.

“Justru di tengah ujian tersebut kita menyaksikan hal yang sangat membagakan, yaitu kepercayaan masyarakat terhadap pasar modal Indonesia tidak surut,” tutur Eddy dalam pembukaan Capital Market Summit Expo (CMSE) 2026 di gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Kamis (5/11/2026).

  1. 1. Jumlah investor pasar modal terus tumbuh

    Bursa Efek Indonesia (IDN Times/Ridwan Aji Pitoko)
    Bursa Efek Indonesia (IDN Times/Ridwan Aji Pitoko)

    Mengapa OJK bisa menyatakan hal tersebut? Sebab, OJK menilai tingkat kepercayaan investor pada pasar modal Indonesia bisa diukur dari pertumbuhan jumlah investor di pasar modal.

    Dia memaparkan, jumlah investor pasar modal yang masih tumbuh 63,94 persen atau sebanyak 13 juta investor, menjadi 33,36 juta investor.

    “Ini merupakan penambahan 13 juta investor, atau tumbuh sekitar 63,94 persen untuk tahun 2026 saja. Dan ini pertumbuhan ini didominasi oleh generasi muda. Jadi ini merupakan pertumbuhan tertinggi sepanjang sejarah pasar modal Indonesia,” ucap Eddy.

  2. 2. Pertumbuhan investor tertinggi dari luar Pulau Jawa

    Suasana booth Capital Market Summit & Expo 2026 (CMSE 2026) di Gedung BEI, Jakarta, Kamis (5/11/2026).
    Suasana booth Capital Market Summit & Expo 2026 (CMSE 2026) di Gedung BEI, Jakarta, Kamis (5/11/2026). (IDN Times/Vadhia Lidyana)

    Terlebih, sebaran investor Tanah Air juga menurutnya makin merata. OJK mencatat, pertumbuhan jumlah investor tertinggi berasal dari provinsi di luar Pulau Jawa, seperti Aceh, Sumatra Barat, dan Nusa Tenggara Timur (NTT).

    “Ini semakin menegaskan bahwa pasar modal kita adalah milik seluruh rakyat Indonesia,” tutur Eddy.

  3. 3. Nilai IPO lampaui target

    IMG_3354.jpeg
    Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI). (IDN Times/Vadhia Lidyana)

    Per 30 Oktober 2026, OJK mencatat nilai penawaran umum mencapai Rp202,04 triliun. Angka tersebut sudah melampaui target Rp200 triliun. Selain itu, jumlah perusahaan tercatat telah mencapai 962 perusahaan.

    “Data-data tersebut menunjukkan besarnya kepercayaan masyarakat, dan ini merupakan amanah yang harus kita jaga bersama,” kata Eddy.

Related Articles

See More