Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Pekerja Informal RI Tembus 85,73 Juta Orang per Agustus, Naik Sejutaan!

3 min read
Pekerja Informal RI Tembus 85,73 Juta Orang per Agustus, Naik Sejutaan!
Ilustrasi pekerja linting di pabrik sigaret. IDN Times/Aji

Jakarta, IDN Times - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, jumlah pekerja informal mencapai 85,73 juta orang pada Agustus 2026 atau meningkat 1,03 juta orang dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebanyak 84,70 juta orang. Jumlah tersebut setara dengan 57,93 persen dari total penduduk bekerja yang mencapai 147,99 juta orang.

Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik BPS Moh. Edy Mahmud mengatakan, berdasarkan status pekerjaan, kelompok buruh, karyawan, atau pegawai masih mendominasi struktur tenaga kerja Indonesia. Pada Agustus 2026, kelompok tersebut mencakup 38,61 persen dari total penduduk bekerja. Dibandingkan Agustus 2025, jumlah penduduk yang bekerja dengan status buruh, karyawan, atau pegawai bertambah sekitar 360 ribu orang.

"Penambahan jumlah pekerja terbesar terjadi pada kelompok penduduk yang berusaha sendiri, yakni sekitar 530 ribu orang dibandingkan periode yang sama tahun lalu," jelasnya.

  1. 1. Pekerja formal mencapai 62.25 juta orang

    BPS PE Q3 C.png
    BPS ungkap data pekerja formal dan informal per Agustus 2026. (Dok/Istimewa).

    Selain itu, jumlah penduduk yang berusaha dibantu buruh tidak tetap atau pekerja keluarga tidak dibayar bertambah sekitar 148 ribu orang. Sementara itu, pekerja keluarga atau tidak dibayar mengalami penambahan sekitar 104 ribu orang. Sejalan dengan bertambahnya jumlah pekerja berstatus buruh, karyawan, atau pegawai, jumlah pekerja formal juga mengalami peningkatan.

    "Pada Agustus 2026, pekerja formal tercatat sebanyak 62,25 juta orang, naik dibandingkan Agustus 2025 yang mencapai 61,84 juta orang," ungkapnya.

  2. 2. Pekerja formal belum mengubah dominasi sektor informal

    Ilustrasi buruh pabrik. IDN Times/Dhana Kencana
    Ilustrasi buruh pabrik. IDN Times/Dhana Kencana

    Meski demikian, penambahan pekerja formal belum mengubah dominasi sektor informal dalam struktur ketenagakerjaan nasional. Pekerja informal masih mencakup 57,93 persen dari total penduduk bekerja, lebih besar dibandingkan pekerja formal yang sebesar 42,07 persen. Adapun pekerja formal mencakup penduduk dengan status berusaha dibantu buruh tetap dan dibayar serta buruh, karyawan, atau pegawai.

    Sementara itu, pekerja informal meliputi penduduk yang berusaha sendiri, berusaha dibantu buruh tidak tetap atau pekerja keluarga tidak dibayar, pekerja bebas, serta pekerja keluarga atau tidak dibayar.

  3. 3. Pekerja lulusan SD mendominasi struktur penduduk bekerja di Indonesia

    Ilustrasi pekerja proyek LRT (IDN Times/Gregorius Aryodamar P)
    Ilustrasi pekerja proyek LRT (IDN Times/Gregorius Aryodamar P)

    Dari sisi pendidikan, struktur penduduk bekerja di Indonesia masih didominasi oleh lulusan sekolah dasar (SD) ke bawah. BPS mencatat, kelompok tersebut mencapai 33,89 persen dari total penduduk bekerja pada Agustus 2026.

    Sementara itu, pekerja dengan pendidikan tinggi, yakni lulusan Diploma IV, S1, S2, dan S3, hanya mencapai 11,10 persen. Meski demikian, komposisi pekerja berdasarkan pendidikan menunjukkan perbaikan dibandingkan Agustus 2025. Persentase pekerja lulusan sekolah menengah atas (SMA) meningkat 0,68 persen poin, lulusan Diploma I/II/III naik 0,05 persen poin, serta lulusan Diploma IV hingga S3 bertambah 0,26 persen poin.

    Sebaliknya, persentase pekerja dengan pendidikan SD ke bawah mengalami penurunan terbesar, yakni 0,86 persen poin dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Related Articles

See More