Airlangga Sebut Ekonomi RI Tumbuh Lebih Tinggi dari Negara G20

Ekonomi Indonesia tumbuh 5,47 persen secara tahunan pada kuartal III-2026, melampaui China, Korea Selatan, Jerman, dan Jepang di G20, meski masih di bawah India.
Airlangga menyebut pertumbuhan tersebut melampaui proyeksi IMF, OECD, dan ADB sebesar 5,0-5,2 persen, didorong konsumsi rumah tangga 5,04 persen dan konsumsi pemerintah 8,95 persen.
Belanja program Makan Bergizi Gratis dan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih mendorong konsumsi pemerintah; penduduk bekerja naik 1,44 juta, pengangguran turun 77 ribu, dan kemiskinan menjadi 8,07 persen.
Jakarta, IDN Times - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto mengatakan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal III-2026 lebih tinggi dari sejumlah negara G20. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), ekonomi Indonesia tumbuh sebesar 5,47 persen secara tahunan (year-on-year/yoy) pada kuartal III-2026.
“Dan capaian ini lebih tinggi dari berbagai negara lain di negara G20, seperti China yang di angka 4,5 persen, Korea Selatan 3,4 persen, Jerman 1,2 persen, bahkan Jepang di angka 0,7 persen. India tumbuh lebih tinggi yaitu di angka 7,8 persen,” kata Airlangga dalam konferensi pers di kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta, Kamis (5/11/2026).
1. Lampaui prediksi IMF hingga OECD

Ilustrasi pertumbuhan ekonomi. (IDN Times/Aditya Pratama) Airlangga mengatakan, pertumbuhan ekonomi Indonesia melampaui proyeksi lembaga-lembaga dunia, seperti International Monetary Fund (IMF), Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD), dan Asian Development Bank (ADB).
“Dan berbagai lembaga internasional itu melihat bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia, baik IMF, OECD maupun ADB range-nya di tahun ini antara 5,0 hingga 5,2,” ucap Airlangga.
2. Pemerintah genjot belanja lewat MBG dan Kopdes Merah Putih

ilustrasi APBN (IDN Times/Aditya Pratama) Airlangga mengatakan, salah satu komponen pendorong pertumbuhan ekonomi adalah konsumsi rumah tangga yang tumbuh 5,04 persen secara year on year (yoy), dan konsumsi pemerintah tumbuh 8,95 persen (yoy).
Adapun konsumsi pemerintah tumbuh pesat didorong dengan belanja untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP).
“Memang di dua kuartal ini, kuartal II dan kuartal III belanja pemerintah digenjot. Dan tentu belanja pemerintah ini sebagian dari konsumsi daripada program-program pemerintah unggulan, termasuk MBG dan juga koperasi KDKMP,” tutur Airlangga.
3. Sebut penyerapan tenaga kerja naik, pengangguran turun

Ilustrasi pekerja (IDN Times/Arief Rahmat) Airlangga mengatakan, pertumbuhan ekonomi Indonesia diiringi dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat, dilihat dari data penyerapan tenaga kerja yang naik, dan tingkat pengangguran turun.
“Jumlah penduduk bekerja meningkat sebesar 1,44 juta orang, atau naik menjadi 147,99 juta orang. Pengangguran turun sebesar 77 ribu atau tingkat pengangguran turun 4,75 persen. Tingkat kemiskinan turun 430 ribu atau 0,43 juta, dan kemiskinan turun menjadi 8,07 persen,” ucap Airlangga.
Atas kondisi itu, dia optimistis perekonomian di kuartal IV-2026 akan tetap tumbuh positif.






















