CEO Lorena Ungkap Kisah Lahirnya BIG, Etalase UMKM ke Dunia

- Eka S. Lorena Surbakti mendirikan PT Bawa Indonesia Global (BIG) pada 2021 untuk membantu UMKM Indonesia mengadopsi teknologi dan memperluas pasar ke level internasional.
- Inspirasi BIG muncul setelah Eka mengikuti pelatihan di Alibaba, melihat kesuksesan platform Tao Bao dan T-Mall dalam menaungi produk UMKM China, lalu menggandeng tokoh nasional untuk kolaborasi.
- Saat ini lebih dari 28 ribu UMKM tergabung di BIG, dengan fokus utama meningkatkan literasi digital dan pendampingan konkret agar pelaku usaha benar-benar bisa naik kelas.
Jakarta, IDN Times - CEO Lorena Grup, Eka S. Lorena Surbakti mengisahkan awal mula ia mendirikan platform bernama Bawa Indonesia Global (BIG) yang khusus membantu pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) pada 2021. PT BIG didirikan, kata Eka, setelah ia dan 31 pengusaha lainnya terpilih ke Alibaba Global.
"Jadi, nama perusahaannya PT Bawa Indonesia Global (BIG). Kalau di luar negeri kami register namanya Bring Indonesia Global. Tujuan dari perusahaan teknologi ini yaitu membantu pelaku usaha UMKM. Bagaimana mereka mengadopsi teknologi hingga bisa melanglang buana. Paling tidak meraih pangsa pasar yang lebih besar," ujar Eka ketika berbicara di forum Hyper-Growth: The Rise of The Second Tier' di The Tribrata, Jakarta Selatan pada Rabu (17/6/2026).
Saat mengikuti pelatihan di Alibaba, Eka melihat produk UMKM China diwadahi lewat platform e-commerce bernama Tao Bao dan T-Mall. Dari situ, Eka memutuskan untuk membentuk PT BIG.
"Di mana waktu itu saya sempat kerja sama dengan Pak Teten (mantan Menteri Koperasi dan UMKM) ke daerah-daerah di Indonesia. Saya juga mengajak kerja sama Pak Luhut (eks Menko Marves) dan berhasil mengkurasi produk," tutur dia.
Hingga kini, anggota PT BIG sudah mencapai 28 ribu UMKM. Eka menilai saat ini tantangan yang dihadapi mayoritas oleh UMKM yakni mereka tidak melek teknologi dan memanfaatkannya untuk mempromosikan diri di dunia maya. Sementara, warga asing menyukai produk-produk buatan Indonesia.
Ia kemudian menunjukkan tas dan pakaian yang dikenakannya hari ini. Semua yang ia pakai merupakan bagian dari koleksi jenama Alleira.
"Supaya mereka (UMKM) bisa juga naik kelas. Karena terlalu banyak orang-orang ngomongnya UMKM naik kelas, UMKM naik kelas. Tapi, maaf ya, omdo (omong doang). Realitanya tidak seperti itu. Yang diajari gak konkret dan gak membumi. Gak ngerti kalau berbisnis, yang diperlukan apa," katanya.
"Kalau cuma bicara teori sih semua bisa ngomong dan baca dari chat GPT. But, the thing that they need is somebody yang mau memberikan mentor sungguh-sungguh dan passionate," imbuhnya.
IDN menggelar Indonesia Summit (IS) 2026, sebuah konferensi independen yang khusus diselenggarakan untuk dan melibatkan generasi Milenial dan Gen Z di Tanah Air. Dengan tema "The Next Us: Indonesia's Leap in the Algorithmic Age". IS 2026 bertujuan membentuk dan membangun masa depan Indonesia dengan menyatukan para pemimpin dan tokoh nasional dari seluruh nusantara.
IS 2026 diadakan di Tribrata Dharmawangsa, Jakarta, pada 17-18 Juni 2026. Dalam IS 2026, IDN juga meluncurkan Indonesia Millennial and Gen-Z Report 2027.
Survei ini dikerjakan oleh IDN Research Institute. Melalui survei ini, IDN Media menggali aspirasi dan DNA Milenial dan Gen Z, apa nilai-nilai yang mendasari tindakan mereka. Survei ini menjangkau responden Milenial dan Gen Z di sembilan wilayah di Indonesia, antara lain Sumatra Utara, Kepulauan Riau, Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Yogyakarta, Jawa Timur, Kalimantan, dan Sulawesi.



![[QUIZ] Dari Tim Piala Dunia 2026, Ini Ide Bisnis yang Cocok Untukmu](https://image.idntimes.com/post/20260617/upload_f14fae30ab7bad76baec6ee91ce4c4ad_31f30d3b-3024-4a28-9a45-ce0526216f32.jpg)












