Lorena Ungkap Jurus Bertahan saat Harga BBM Naik Tanpa Kerek Tarif

- Eka S Lorena Surbakti ungkap kenaikan harga BBM non-subsidi berdampak besar pada biaya operasional bus, termasuk lonjakan harga oli hingga 40 persen dan suku cadang transportasi umum.
- Meski beban meningkat, Lorena Group memilih tidak menaikkan tarif tiket bus dan justru membuka rute baru yang lebih dibutuhkan penumpang untuk menjaga daya saing di tengah penurunan daya beli masyarakat.
- Lorena Group menyeimbangkan bisnis dengan memperkuat layanan logistik yang tetap stabil, sementara volume penumpang turun sekitar 30 persen saat Idul Adha 2026 dibanding tahun sebelumnya.
Jakarta, IDN Times - CEO Lorena Group, Eka S Lorena Surbakti mengungkap kenaikan Pertamax dan Pertamax Green turut berpengaruh ke industri transportasi dan logistik. Eka mengatakan bus yang dikelolanya tidak menggunakan Pertamax dan Pertamax Green, namun kenaikan tarif BBM non subsidi turut mengerek harga suku cadang dan oli. Ia mencatat kenaikan harga oli bisa mencapai 40 persen.
"Saat ini kenaikan harga BBM juga mengakibatkan kenaikan ke banyak komponen lainnya (di angkutan umum), termasuk spare part dan harga oli. Harga oli sekarang naiknya sampai 40 persen. Sedangkan, kita melihat masyarakat tak memiliki kapasitas dan kapabilitas bila tarif dinaikan," ujar Eka ketika berbicara di forum Indonesia Summit 2026 dengan tema 'Hyperlocal Hyper-Growth: The Rise of The Second Tier' di The Tribrata, Jakarta Selatan pada Rabu (17/6/2026).
Ia menjelaskan penurunan daya beli masyarakat bukan sekedar isapan jempol belaka. Sebagai contoh pada perayaan Idul Adha 2026 27 Mei lalu, masyarakat baru memutuskan untuk bepergian di detik-detik terakhir. Biasanya peningkatan mobilitas masyarakat sudah terlihat satu hingga dua minggu sebelum Idul Adha.
"Tetapi, ini sampai detik-detik terakhir baru lah orang memutuskan untuk bepergian," tutur dia.
Namun, Eka memutuskan tidak menaikan tarif tiket bus meskipun beban yang harus ditanggung oleh perusahaan lebih besar dibandingkan 2025. Lalu, bagaimana cara Eka mengakali kenaikan BBM dan tetap mengais keuntungan?
Eka mengatakan Lorena Grup memilih menciptakan rute-rute yang dibutuhkan oleh penumpang. dari jalur dan izin yang dimiliki. "Kami gak menaikan tarif. Kami memilih menciptakan rute-rute yang kami lihat penumpangnya lebih membutuhkan, dari rute dan izin-izin yang kami miliki," katanya.
Di sisi lain, bidang usaha Lorena Grup tidak hanya mengangkut manusia tetapi juga tersedia layanan angkutan barang atau logistik. Dengan begitu transaksi di bidang transportasi logistik yang tetap tinggi melengkapi penurunan transportasi penumpang. Eka mengaku pada Idul Adha 2026 terjadi penurunan volume penumpang hingga 30 persen dibandingkan Idul Adha 2025.
IDN menggelar Indonesia Summit (IS) 2026, sebuah konferensi independen yang khusus diselenggarakan untuk dan melibatkan generasi Milenial dan Gen Z di Tanah Air. Dengan tema "The Next Us: Indonesia's Leap in the Algorithmic Age". IS 2026 bertujuan membentuk dan membangun masa depan Indonesia dengan menyatukan para pemimpin dan tokoh nasional dari seluruh nusantara.
IS 2026 diadakan di Tribrata Dharmawangsa, Jakarta, pada 17-18 Juni 2026. Dalam IS 2026, IDN juga meluncurkan Indonesia Millennial and Gen-Z Report 2027.
Survei ini dikerjakan oleh IDN Research Institute. Melalui survei ini, IDN Media menggali aspirasi dan DNA Milenial dan Gen Z, apa nilai-nilai yang mendasari tindakan mereka. Survei ini menjangkau responden Milenial dan Gen Z di sembilan wilayah di Indonesia, antara lain Sumatra Utara, Kepulauan Riau, Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Yogyakarta, Jawa Timur, Kalimantan, dan Sulawesi.











![[QUIZ] Dari Tim Piala Dunia 2026, Ini Ide Bisnis yang Cocok Untukmu](https://image.idntimes.com/post/20260617/upload_f14fae30ab7bad76baec6ee91ce4c4ad_31f30d3b-3024-4a28-9a45-ce0526216f32.jpg)






