Jakarta, IDN Times - Komposisi kepemilikan cadangan devisa global saat ini merupakan dampak jangka panjang dari krisis finansial yang melanda hampir 30 tahun lalu.
Krisis Keuangan Asia 1997 menyadarkan banyak pemerintahan tentang bahaya ketergantungan pada modal asing saat pasar bergejolak, sehingga mereka memutuskan untuk mempertebal cadangan devisa sebagai bantalan ekonomi mandiri.
Berdasarkan data International Reserves and Foreign Currency Liquidity (IRFCL) dari IMF untuk periode pertengahan 2025 hingga kuartal II-2026, peta kekuatan cadangan devisa dunia di luar komoditas emas kini telah terpetakan.
