Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Danantara Jamin Kehadiran BUMN Ekspor Tak Bunuh Pengusaha

Danantara Jamin Kehadiran BUMN Ekspor Tak Bunuh Pengusaha
Wisma Danantara Indonesia (IDN Times/Vadhia Lidyana)
Intinya Sih
  • Pemerintah membentuk PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI) sebagai BUMN eksportir tunggal komoditas SDA strategis untuk meningkatkan kemakmuran rakyat dan transparansi ekspor nasional.
  • Pada tahap awal, DSI akan mengelola ekspor CPO, batu bara, dan paduan besi dengan sistem baru yang menjamin keterbukaan serta optimalisasi penerimaan devisa negara.
  • Danantara menegaskan mekanisme harga tetap mengikuti pasar global sehingga tidak merugikan pengusaha, sekaligus meniru praktik bursa komoditas internasional seperti Brent Oil.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?
Share Article

Jakarta, IDN Times - Danantara Indonesia menyatakan tujuan pemerintah membentuk BUMN baru untuk menjadi eksportir tunggal komoditas sumber daya alam (SDA) strategis akan membawa kemakmuran besar untuk masyarakat.

Adapun BUMN baru yang dimaksud adalah PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI), yang akan mulai menjalankan pengelolaan ekspor SDA strategis dalam hitungan hari.

“Kita penginnya kalau the world is happy, Indonesia should be happier, dan ini adalah sumber daya Indonesia untuk dunia yang membawa kemakmuran sebesar-besarnya untuk rakyat Indonesia,” kata Chief Investment Officer (CIO) Danantara, Pandu Sjahrir di Wisma Danantara Jakarta, Rabu (20/5/2026).

1. Tingkatkan transparansi ekspor komoditas SDA

ilustrasi batu bara (pexels.com/Pixabay)
ilustrasi batu bara (pexels.com/Pixabay)

Pada tahap awal, pengelolaan ekspor komoditas SDA baru berlaku untuk minyak kelapa sawit atau crude palm oil (CPO), batu bara, dan juga paduan besi (ferrous alloy).

Pandu mengatakan, dengan mekanisme itu, ekspor komoditas SDA akan lebih transparan, dan penerimaan devisa lebih optimal.

“Kita akan menjalankan ini secara baik dan terbuka, dengan mekanisme yang baru ini kita bisa membuat hal yang jauh lebih baik lagi,” tutur Pandu.

2. Dijamin tak akan membunuh pengusaha

ilustrasi tandan buah segar (TBS) kelapa sawit. (IDN Times/Vadhia Lidyana)
ilustrasi tandan buah segar (TBS) kelapa sawit. (IDN Times/Vadhia Lidyana)

Managing Director Stakeholders Management Danantara, Rohan Hafas mengatakan, para perusahaan yang bergerak di bisnis komoditas SDA yang menjual hasil produksinya ke DSI juga akan mendapat harga yang sesuai dengan pasar. Dia pun yakin hal itu tak akan membunuh bisnis para pengusaha.

“Saya enggak akan membunuh pengusaha. Jadi bukan ada uncertainty. Harganya akan sebagus harga di pasar. Karena pasar akan jadi acuan. Indonesia beli crude oil, minyak di luar, harga udah ada acuannya. Harga sawit sudah ada acuannya. Tapi jangan jual di bawah itu. Jauh. Yang namanya under-invoicing itu. Itu yang ingin kita hilangkan,” tutur Rohan.

3. Sudah diterapkan di dunia

Ilustrasi ekspor-impor. (Dok. Kementerian Keuangan)
Ilustrasi ekspor-impor. (Dok. Kementerian Keuangan)

Rohan mengibaratkan posisi DSI sebagai bursa komoditas SDA. Dia mengatakan, Indonesia pun saat mengimpor minyak mentah dilakukan melalui bursa seperti Brent, bukan langsung ke perusahaan migasnya.

“Bursa komoditas di dunia ini sudah terjadi, sudah terbentuk. Mereka juga, kalau kita beli minyak kan Indonesia juga beli di bursa Brent oil. Pembeli-penjuala ada matchmaker-nya. Di Indonesia ada Bursa Efek Indonesia. Di mana kita beli saham enggak langsung sama company-company itu kan,” kata Rohan.

“Kalau komoditas seperti batu bara itu juga ada market-nya. Kalau sudah punya langganan juga dia enggak bisa one on one. Beli di satu. Kedua, market-nya juga sudah jelas,” ucap Rohan.

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Anata Siregar
EditorAnata Siregar

Related Articles

See More