Jakarta, IDN Times - Bank Indonesia (BI) melaporkan Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) pada kuartal II 2026 mencatat defisit 0,9 miliar dolar AS, jauh lebih rendah dibandingkan defisit pada kuartal I 2026 sebesar 9,1 miliar dolar AS.
Kepala Departemen Komunikasi BI, Ramdan Denny Prakoso, mengatakan transaksi berjalan mencatat defisit yang lebih besar. Kondisi ini dipengaruhi oleh meningkatnya defisit neraca perdagangan migas dan menurunnya surplus neraca perdagangan nonmigas.
"Sementara itu, transaksi modal dan finansial mencatat surplus ditopang oleh peningkatan aliran masuk investasi langsung dan investasi portofolio sehingga mendukung kinerja NPI yang tetap terjaga," ujar Denny dalam keterangannya, Jumat (21/8/2026).
