Rupiah Menguat Tipis Pagi Ini, Pasar Tunggu Data Transaksi

- Rupiah dibuka di Rp17.746 per dolar AS dan menguat 14 poin ke Rp17.734 pada pukul 09.06 WIB.
- Ketidakpastian geopolitik di Timur Tengah dan kenaikan harga minyak mentah dunia menjadi faktor potensi tekanan bagi rupiah.
- Investor mencermati rilis neraca transaksi berjalan kuartal II, sementara rupiah diproyeksikan bergerak pada kisaran Rp17.700-Rp17.800 per dolar AS.
Jakarta, IDN Times - Nilai tukar atau kurs rupiah tercatat mengalami penguatan terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dalam mengawali perdagangan Jumat (21/8/2026). Rupiah dibuka di posisi Rp17.746 per dolar AS.
Berdasarkan data Bloomberg, hingga pukul 09.06 WIB, rupiah terpantau menguat sebesar 14 poin atau 0,08 persen ke level Rp17.734 dibandingkan pada penutupan sebelumnya di level Rp17.748 per dolar AS.
1. Rupiah diprediksi konsolidasi di tengah isu geopolitik dan minyak
Pengamat pasar uang, Lukman Leong, menyatakan rupiah diperkirakan akan berkonsolidasi, yakni bergerak stabil dalam rentang yang terbatas dengan potensi melemah secara terbatas terhadap dolar AS sepanjang perdagangan hari ini. Menurut dia, potensi tekanan tersebut dipicu oleh ketidakpastian geopolitik yang masih berlanjut di kawasan Timur Tengah serta tren kenaikan harga minyak mentah dunia.
"Rupiah diperkirakan akan berkonsolidasi dengan potensi melemah terbatas terhadap dolar AS di tengah ketidakpastian geopolitik di Timur Tengah dan kenaikan harga minyak mentah dunia," kata dia.
2. Investor pilih wait and see menantikan data transaksi berjalan
Lukman mengatakan para pelaku pasar atau investor saat ini cenderung mengambil sikap wait-and-see atau mencermati situasi pasar terlebih dahulu. Langkah itu dilakukan sembari menantikan rilis data neraca transaksi berjalan Indonesia.
Neraca transaksi berjalan adalah indikator yang mencatat selisih antara penerimaan dan pengeluaran negara dari ekspor-impor barang, jasa, serta pendapatan. Data kuartal II dijadwalkan dirilis pada siang ini.
"Investor cenderung wait-and-see, menantikan data neraca transaksi berjalan Q2 Indonesia yang akan dirilis siang ini," tuturnya.
3. Proyeksi pergerakan kurs rupiah hari ini
Terkait perkiraan nilai tukar sepanjang sesi perdagangan hari ini, Lukman memproyeksikan pergerakan mata uang rupiah akan berada pada rentang harian di kisaran Rp17.700 hingga Rp17.800 per dolar AS.
Pergerakan kurs pagi ini dalam kisaran harian antara Rp17.733 hingga Rp17.748 per dolar AS. Sementara itu, pelemahan rupiah sejak awal tahun tercatat di level 6,32 persen, dengan rentang pergerakan 52 minggu berkisar dari Rp16.237 hingga Rp18.209 per dolar AS.


















