Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Di Tengah Demo UU Ciptaker, IHSG Ditutup Menguat 4 Kali Berturut-turut

Di Tengah Demo UU Ciptaker, IHSG Ditutup Menguat 4 Kali Berturut-turut
Ilustrasi memantau pergerakan saham. ANTARA FOTO/Aprillio Akbar

Jakarta, IDN Times - Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG ditutup menguat pada penutupan perdagangan hari ini, Kamis (8/10/2020). IHSG ditutup pada posisi 5.039,14, naik 34,8 poin atau 0,7 persen.

Kendati terjadi sejumlah asksi demo menolak UU Omnibus Law Cipta Kerja, IHSG tetap melaju ke zona hijau. Penguatan ini juga menjadi yang keempat kalinya secara berturut-turut sejak terjadi Senin (5/10/2020).

1. Ada 257 saham melaju di zona hijau

Petugas membelakangi layar informasi pergerakan harga saham pada layar elektronik di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Jumat (18/9/2020) (ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra)
Petugas membelakangi layar informasi pergerakan harga saham pada layar elektronik di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Jumat (18/9/2020) (ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra)

Pada perdagangan hari ini, sebanyak 257 saham melaju di zona hijau dan 179 saham di zona merah. Sementara itu ada 165 saham lainnya yang tidak mengalami perubahan. Adapun nilai transaksi perdagangan mencapai Rp6,4 triliun dengan volume 9,8 miliar saham.

2. IHSG juga menguat di perdagangan pagi

ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto
ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto

Sebelumnya, IHSG dibuka menguat 14,41 poin atau 0,29 persen ke posisi 5.018,74 pada perdagangan Kamis (8/10/2020) pagi. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau Indeks LQ45 naik 3,81 poin atau 0,5 persen ke di posisi 767,9.

3. Massa lakukan demo tolak Omnibus Law Cipta Kerja

Ilustrasi - Demo tolak Omnibus Law di kawasan Harmoni pada Kamis (8/10/2020). (IDN Times/Ilyas Mujib)
Ilustrasi - Demo tolak Omnibus Law di kawasan Harmoni pada Kamis (8/10/2020). (IDN Times/Ilyas Mujib)

Sebagai informasi, sejumlah massa melakukan aksi demonstrasi lantaran tidak puas dengan kebijakan UU Omnibus Law Cipta Kerja yang belum lama ini di sahkan. Alih-alih memberi keuntungan bagi pekerja/buruh, beleid tersebut justru dianggap banyak menguntungkan pengusaha.

Namun tampaknya, sejumlah aksi ini tidak menciptakan sentimen negatif di lantai bursa. Demikian pula pada pasar uang, di mana rupiah ditutup tetap pada posisi stagnan di level Rp14.710 per dolar AS, sama seperti hari sebelumnya.

Share
Topics
Editorial Team
Anata Siregar
EditorAnata Siregar
Follow Us

Latest in Business

See More

Cerita Eks Driver Grab Sukses Kembangkan Usaha Kuliner Baso Aci Mastyo

08 Apr 2026, 15:07 WIBBusiness