3 Jenis Investasi yang Bisa Bikin Kamu Tetap Untung Saat Rupiah Loyo

- Nilai tukar rupiah melemah hingga Rp17.002 per dolar AS, membuat investor perlu memilih instrumen investasi yang tahan terhadap fluktuasi mata uang.
- Menabung dolar AS dan emas menjadi strategi populer; dolar cocok untuk jangka pendek, sementara emas lebih ideal untuk investasi jangka panjang.
- Obligasi Negara Ritel (ORI) dinilai aman karena dijamin pemerintah, menawarkan kupon tetap bulanan, serta bisa diperdagangkan di pasar sekunder.
Jakarta, IDN Times - Pergerakan rupiah beberapa waktu terakhir terus menurun terhadap dolar AS. Bahkan, berdasarkan data perdagangan sore ini, nilai tukar rupiah menembus Rp17.002 per dolar AS. Pelemahan ini dipengaruhi oleh berbagai sentimen, baik dari faktor eksternal maupun domestik.
Dalam situasi seperti ini, investor harus lebih jeli menentukan jenis investasi yang tepat. Lantas, investasi apa saja yang tetap bisa memberikan keuntungan meski rupiah sedang melemah?
1. Menabung dolar AS

Dilansir dari laman resmi Bank DBS, saat rupiah melemah, kamu bisa mulai mencoba menabung dolar AS. Memiliki tabungan dalam bentuk dollar memang bukan hal baru di Indonesia, tetapi cara ini masih dianggap ampuh untuk memperoleh keuntungan yang cukup besar ketika rupiah melemah.
Sebagai contoh, bila mengacu pada data nilai tukar hari ini, rupiah tercatat berada di level Rp17.002 per dolar AS. Artinya, jika kamu membeli dollar saat rupiah menguat, misalnya di kisaran Rp16.800 per dolar, dan menjualnya saat rupiah melemah, selisih nilai tukar bisa memberikan keuntungan nyata. Strategi ini bisa menjadi pilihan investasi jangka pendek yang relatif sederhana, sekaligus melindungi daya beli kamu dari fluktuasi rupiah.
2. Menabung emas untuk jangka panjang

Kebalikan dari dollar, saat rupiah melemah, harga emas biasanya ikut turun. Inilah momen yang tepat untuk membeli emas sebagai investasi. Namun, kamu perlu bersabar, karena keuntungan maksimal baru akan terlihat saat nilai rupiah kembali menguat.
Jika tujuanmu adalah investasi jangka panjang, emas bisa menjadi pilihan yang tepat. Berdasarkan data dari situs logammulia.com, harga emas hari ini naik Rp20.000, menjadi Rp2.922.000 per gram. Pada hari sebelumnya, Rabu (1/4), harga emas tercatat naik hingga Rp75.000, menjadi Rp2.902.000 per gram.
Sementara itu, harga buyback emas hari ini mengalami kenaikan lebih tajam, yaitu Rp50.000, menjadi Rp2.637.000 per gram. Sebagai catatan, harga buyback adalah harga yang ditetapkan Antam saat membeli kembali emas logam mulia dari konsumen di Butik Antam.
3. Obligasi Negara RItel

Oblogasi Negara Ritel (ORI) juga termasuk investasi yang aman ketika rupiah melemah. ORI adalah surat utang resmi yang diterbitkan Pemerintah Indonesia khusus untuk individu Warga Negara Indonesia (WNI) melalui mitra distribusi.
ORI merupakan instrumen investasi yang sangat aman karena dijamin 100 persen oleh undang-undang, memberikan kupon tetap (fixed rate) bulanan, serta dapat diperdagangkan (tradable) di pasar sekunder.


















