Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Direksi WTON Buka Suara soal Nasib Perusahaan Jika WIKA Merger
Portofolio bisnis PT Wijaya Karya Beton Tbk (WTON). (dok. WIKA Beton)
  • WIKA Beton menyatakan konsolidasi BUMN karya, termasuk rencana merger WIKA, masih dibahas oleh pemegang saham utama, Danantara Indonesia dan WIKA.
  • Sebagai perusahaan terbuka, WTON menegaskan setiap proses streamlining akan mengikuti peraturan, perundang-undangan, serta prinsip tata kelola perusahaan yang baik.
  • Manajemen WTON belum mengetahui nasib perusahaan setelah kemungkinan merger WIKA karena kajian internal dan arahan pemegang saham masih berlangsung.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - PT Wijaya Karya Beton Tbk (WTON) membeberkan kabar terbaru mengenai konsolidasi BUMN karya yang akan melibatkan induk usahanya, PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA).

Direktur Keuangan, Human Capital, dan Manajemen Risiko WIKA Beton, Syailendra Ogan mengatakan, pembahasan mengenai konsolidasi BUMN karya, termasuk soal kabar WIKA akan dimerger hingga saat ini masih dibahas di tingkat pemegang saham utama, yakni Danantara Indonesia dan WIKA.

“Jadi proses streamlining ini masih diproses dengan Danantara dan perusahaan kita, holding. Jadi prinsipnya kami adalah perusahaan tbk (terbuka). Saat ini masih menunggu kajian dan evaluasi dari Danantara dan holding kami,” ucap Syailendra dalam konferensi pers public expose (pubex) WTON, Rabu (9/9/2026).

1. Ada ketentuan yang harus ditaati sebagai perusahaan terbuka

Portofolio bisnis PT Wijaya Karya Beton Tbk (WTON). (dok. WIKA Beton)

Syailendra memastikan, proses konsolidasi BUMN karya yang akan berdampak pada anak-anak usaha, termasuk WTON akan tetap memperhatikan ketentuan yang berlaku dari perusahaan terbuka, dan menerapkan prinsip tata kelola perusahaan yang baik.

“Kita menyikapinya sebagai perusahaan tbk adalah bagaimana ketika terjadi streamlining ini, jadi kita tetap ada peraturan dan perundang-undangan yang berlaku, dan GCG yang harus kita jalankan,” tutur Syailendra.

2. Masih dilakukan kajian internal

Portofolio bisnis PT Wijaya Karya Beton Tbk (WTON). (dok. WIKA Beton)

Senada, Direktur Pemasaran dan Pengembangan WIKA Beton, Rija Judaswara mengatakan, proses streamlining itu masih dalam tahap kajian pemegang saham.

“Jadi kajian itu tentu kembali kita akan mengacu pada peraturan-peraturan yang berlaku, kita ada kajian internal, kajian dengan pemegang saham yang nanti dalam proses keputusannya tentu bertujuan menjadikan WIKA Beton lebih baik,” ucap Rija.

3. Soal nasib WTON setelah WIKA merger

Portofolio bisnis PT Wijaya Karya Beton Tbk (WTON). (dok. WIKA Beton)

Dikarenakan masih dalam tahap kajian di level pemegang saham, Syailendra mengatakan, pihaknya belum mengetahui keputusan tentang keputusan terkait perusahaan ke depannya.

“Acuannya ke sana sih, tapi kalau kepastiannya seperti apa, kami masih menunggu arahan dari pemegang saham,” tutur dia.

Curated For You

Editorial Team

Related Article