Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Wika Beton Bukukan Laba Rp4,74 Miliar di Semester I-2026

Wika Beton Bukukan Laba Rp4,74 Miliar di Semester I-2026
Ilustrasi pekerja PT Wijaya Karya Beton (WIKA Beton) Tbk (WTON). (dok. WTON)
Intinya Sih
  • WIKA Beton membukukan laba bersih Rp4,74 miliar pada Semester I-2026, naik 9,14 persen secara tahunan, didukung efisiensi operasional, sistem ERP, dan divestasi aset nonproduktif.
  • Pendapatan usaha mencapai Rp1,48 triliun, turun 5,51 persen secara tahunan, sementara beban pokok pendapatan turun menjadi Rp1,38 triliun; kontribusi terbesar berasal dari produk putar.
  • Liabilitas naik 1,14 persen menjadi Rp2,63 triliun dan aset mencapai Rp6,32 triliun, sementara DER membaik menjadi 71,52 persen serta current ratio tercatat 130,95 persen.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jakarta, IDN Times - PT Wijaya Karya Beton Tbk (WIKA Beton) membukukan laba bersih sebesar Rp4,74 miliar pada Semester I-2026, meningkat 9,14 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Pertumbuhan laba ditopang oleh pendapatan usaha yang mencapai Rp1,48 triliun, serta efisiensi operasional melalui implementasi sistem digital berbasis Enterprise Resource Planning (ERP) dan divestasi aset nonproduktif.

Sekretaris Perusahaan WIKA Beton, Ignatius Harry menyatakan langkah-langkah efisiensi operasional dan penataan struktur keuangan yang dilakukan ditujukan untuk menjaga stabilitas bisnis.

“Kestabilan operasional dan keuangan yang tercapai saat ini menunjukkan langkah WIKA Beton sudah cukup efektif, dengan fokus utama menjaga ritme pertumbuhan demi mewujudkan penciptaan nilai tambah bagi para pemangku kepentingan dan masyarakat,” bunyi pernyataan resmi WIKA Beton, Kamis (30/7/2026).‘

1. Pendapatan usaha tembus Rp1,48 triliun

pak kun dengan pekerja di kantin.png
Ilustrasi pekerja PT Wijaya Karya Beton (WIKA Beton) Tbk (WTON). (dok. WTON)

Dikutip dari laporan keuangan WTON, Kamis (30/7/2026), pendapatan usaha perusahaan mencapai Rp1,48 triliun per akhir Juni 2026.

Angka tersebut mengalami penurunan 5,51 persen dibandingkan pendapatan usaha pada periode yang sama di 2025 atau secara year on year (yoy, yang sebesar Rp1,57 triliun.

Meski begitu, beban pokok pendapatan perusahaan juga turun, dari Rp1,48 triliun pada semester I-2025, menjadi Rp1,38 triliun pada semester I-2026.

Struktur pendapatan perseroan selama enam bulan pertama di 2026 didominasi oleh segmen produk putar yang menyumbang 47,91 persen. Segmen produk non-putar berkontribusi sebesar 34,44 persen, diikuti oleh segmen konstruksi sebesar 13,27 persen, dan segmen jasa sebesar 4,37 persen.

2. Liabilitas naik 1,14 persen

pak kun dengan pekerja di jalur produksi.png
Ilustrasi pekerja PT Wijaya Karya Beton (WIKA Beton) Tbk (WTON). (dok. WTON)

Liabilitas WTON per akhir semester I-2026 tercatat sebesa Rp2,63 triliun, naik 1,14 persen dibandingkan kuartal I-2025 yang sebesar Rp2,6 triliun.

Adapun ekuitas perusahaan mengalami penurunan 0,08 persen, dari Rp3,69 triliun pada semester I-2025, menjadi Rp3,68 triliun pada semester I-2026. Posisi aset perusahaan mencapai Rp6,32 triliun per 30 Juni 2026, naik 0,42 persen (yoy).

3. Rasio utang turun

Portofolio bisnis PT Wijaya Karya Beton Tbk (WTON). (dok. WIKA Beton)
Portofolio bisnis PT Wijaya Karya Beton Tbk (WTON). (dok. WIKA Beton)

Meski begitu, ada perbaikan dari sisi indikator likuiditas dan rasio utang. Current ratio WIKA Beton tercatat pada level 130,95 persen, sedangkan debt to equity ratio (DER) mengalami penurunan dari 81,75 persen menjadi 71,52 persen secara tahunan (year-on-year).

Pada paruh kedua 2026, perusahaan berfokus memperkuat penerapan tata kelola berkelanjutan dan efisiensi rantai pasok. Langkah strategis ini dijalankan seiring dengan peran WIKA Beton sebagai bagian dari ekosistem Danantara dan BUMN dalam mendukung penyediaan material beton pracetak serta layanan konstruksi pada berbagai proyek infrastruktur nasional dan regional Asia.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More